myspace codes
Click here for Myspace glitter graphics and Myspace layouts
bismillah
hijab

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

CINTA KITA CINTA ILAHI...UKHUWAH KITA UKHUWAH FILLAH..

ANDAI PERJUANGAN INI MUDAH, PASTI RAMAI MENYERTAINYA...
ANDAI PERJUANGAN INI SINGKAT. PASTI RAMAI YANG ISTIQAMAH...
ANDAI PERJUANGAN INI MENJANJIKAN KESENANGAN DUNIA, PASTI RAMAI TERTARIK PADANYA...
TETAPI HAKIKAT PERJUANGAN BUKAN BEGITU...
TURUN NAIKNYA..SAKIT PEDIHNYA...
UMPAMA KEMANISAN YANG TAK TERHINGGA...
ANDAI REBAH BANKITLAH SEMULA..
ANDAI TERLUKA INGATLAH JANJINYA
INGATLAH WAHAI SERIKANDI ISLAM.....

Rabu, 29 Desember 2010

Mujahid itu????

Mujahid itu..
Dalam hatinya adalah taman syurga dengan segala keindahan ibadah ..
Dalam hatinya mabuk dengan cinta terhadap Tuhan nya..
Dalam hatinya cuma ada Dia…
Dalam tujuannya cuma untuk mendamba redha Kekasihnya..
Dalam matlamatnya merindukan berjumpa wajah si Dia…
.
Mujahid itu….
Dia bernafas dengan setiap kata pujian pada Kekasihnya..
Dia bertutur dengan butir permata syukur pada Kekasihnya..
Dia cuma melihat redha Tuhannya dalam setiap langkah yang ditapak.
.
Mujahid itu…
Dalam setiap deraian air mata yang menitis adalah kerinduan..
adalah keampunan..
Terlebur dalam setiap dosa noda gelap hitam..
yang dahulu dia tenggelam dalam nya..
Dalam setiap rintih tangis adalah pengharapan.
adalah kerinduan.
adalah keinginan.
merindukan dan mengharap cinta Dia…
.
Mujahid itu..
Keindahan lain di dunia hanya lah perhiasan.
Ya,dia manusia yang suka keindahan.
Tetapi , dia cuma mendambakan keindahan teragung..
Bertemu wajah Kekasihnya dalam bentuk Nya sebenar..
.
.
Mujahid itu…
Dia lah pemegang panji Tuhan…
Dialah penyebar sinar suci..
Dialah di hatinya punya Quran, di tangannya kekuatan, di wajahnya keberanian..
Dialah yang merintih dan lebur di tikar sejadah di malam hari..
Dan dialah pejuang sejati segagah singa rimba di siang hari…
Hatinya cuma ada Tuhan nya
Hatinya cuma rindu Tuhan nya..
.
.
Mujahid itu…
Setiap langkah yang ditapak..
Setiap nafas yang dihembus..
Setiap detik yang dijejak..
Hatinya cuma satu…
Mengharap bertemu kekasihnya dalam pertemuan teragung
dalam perpisahan teragung jasad dan tubuh..
Ya,hatinya cuma mahu kesyahidan!!!!
Kerna mujahid itu mahu mempersembahkan hadiah terbaik dari diri nya kepada Kekasihnya..
Nyawa,Jiwa,Hati dan setiap inci jasad..
Adalah untuk Kekasih Sang Mujahid..

Menuju cinta kepada Allah









Bagi yang ingin sholatnya khusyu,tidak ada pilihan mudah. mereka2 yg sudah diberikan Allah anugerah sholat khusyu adalah mereka yg telah berjuang untuk mencintai Allah.
Mencintai Allah berarti memikirkanNYA lebih banyak dari segala hal lain yg dapat melalaikan kita. Jangan bilang kita cinta Allah kalau kita lebih banyak memikirkan hal lain selain Allah dalam kehidupan sehari2.
Allah memberikan kita sehari 24 jam,berapa waktu kita untuk mengingatNYA dan beribadah kepadaNYA dari waktu yg telah diberikanNYA kepada kita? Bukankah disetiap nafas kita ada hak Allah? oleh karena itu mengingat Allah sama pentingnya dengan bernafas.
Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah dengan orang yang tidak berdzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati (HR Bukhori)
Barangsiapa mencintai sesuatu dia akan banyak mengingatnya,dan barang siapa mencintai sesuatu takkan berat untuk berlama2 dengan yang dicintai ,bahkan selalu merindu pertemuan dengan yg dicintainya.
Bila ada kecintaanmu yang melalaikan dari kewajibanmu mengingat Allah,sedekahkanlah atau ikhlaskanlah,sebagaimana abu thalhah mensedekahkan hal yg paling dicintainya,yaitu kebunnya yang luas agar hatinya tertuju hanya kepada Allah
“Abu Thalhah r.a. berkata: “Wahai Rasulullah, Allah telah berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.” Dan harta yang paling aku cintai adalah kebun kurma yang berada di Bairuhaa, dan kebun itu sekarang aku sedekahkan kerana Allah, aku mengharap kebaikan dan tabungan pahalanya di sisi Allah. Rasulullah berkata: “Duhai, itu adalah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan, dan aku memandang agar harta itu di sedekahkan kepada keluarga terdekatmu dahulu.” Abu Thalhah r.a. berkata: “Baik, saya akan lakukan wahai Rasulullah.” Maka Abu Thalhah membahagikannya kepada kerabat dan keluarga terdekatnya.” (Hadis Riwayat Bukhari, no. 1392)
Demikian juga kita tau cerita nabi ibrahim yang disuruh mengorbankan anaknya yg dicintainya,setelah bertahun2 menikah namun pada awalnya beliau belum diberikan keturunan,setelah mendapatkan apa yg diinginkannya (dan juga dicintainya) ,oleh Allah malah disuruh menyembelihnya. demikian Allah menguji nabi Ibrahim dengan suatu hal yg paling dicintainya,yaitu anaknya sendiri.
Karena itu sholat khusyu adalah hadiah dari usaha mereka2, yg telah banyak berusaha mengingat Allah di hati dan pikirannya,karena selama pikiran dan hati kita masih tertuju kepada selain Allah,selama itu pula sholat kita akan sulit untuk khusyu. mereka yang telah merelakan apapun yg mereka cintai demi mendapatkan cinta kepada Allah,sehingga Allah pun cinta kepada mereka
“Karena itu, ingatlah kepada-Ku, niscaya aku akan mengingatmu pula. Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS. Al-Baqarah 2: 152)

Selasa, 28 Desember 2010

Ibarat sebuah gelas

Gelas itu, andai engkau menyuci gelas itu setiap kali setelah engkau mengunakan nya, apakah akan tersisa kotoran pada nya? Begitulah, kebersihan nya pasti akan engkau utamakan; pasti nya engkau akan merasa jijik untuk mengunakan gelas itu, seandai nya kebersihan nya tidak terjaga. Lantas, bagaimana pula dengan keadaan dirimu, wahai hamba ALLAH yang Maha Pemurah...?


Air yang engkau minum dari gelas itu, ALLAH تعالى bisa Mengubah nya menjadi nanah yang busuk ataupun menjadi air yang mendidih panas sebagai Balasan keingkaran engkau terhadap Perintah dan LaranganNYA. (wal `iyadzubiLlah) Namun, tidak pernah berlaku demikian, air itu malah menghilangkan dahagamu dan memberimu tenaga. Sesungguh nya, Rahmat ALLAH سبحانه وتعالى Meliputi segala sesuatu, itulah setitis Curahan Rahmat dari Tuhanmu, ALLAH; yang Maha Penyabar lagi Maha Berkasih Sayang.


Engkau lihat sahja di dunia ini, tiada siapa yang benar-benar dapat membantu dirimu, hatta uban dikepala mu; adakah sesiapa yang dapat menghalang penumbuhan nya? Lantas, bagaimana pula keadaan engkau di Akhirat kelak? Apabila engkau meniti "Shiratal Mustaqim", tersilap langkah sahja, terhumbanlah engkau ke neraka Jahannam, (wal `iyadzubiLlah) iaitu seburuk-seburuk tempat kembali.


Pada saat-saat yang amat getir dan mencemaskan itu, Nama siapakah yang akan engkau panggil untuk menyelamatkan dirimu? ALLAH? ALLAH? ALLAH? Sebuah Nama yang tidak pernah langsung terlintas difikiranmu semasa engkau hidup di dunia dahulu untuk menyebut nya? ALLAHu ALLAH, sungguh merugilah dirimu pada saat dan ketika itu, walaupun mengalir airmata darah tidak mampu menyelamatkan dirimu melainkan dengan RahmatNYA jua.


Justeru wahai diriku, jangan merasa jemu untuk bertaubat selagi mana engkau tidak merasa jemu untuk melakukan dosa. Itulah sebenar nya jihadmu yang paling besar; untuk melawan hawa nafsu yang menjurus engkau kepada kemaksiatan dan kemungkaran. Walaupun terkadang tewas dalam pertarungan itu, jangan engkau berputus asa dari RahmatNYA ALLAH سبحانه وتعالى.


FirmanNYA dalam al-Quranul Kareem (Suratul Furqan ayat 70) :
"Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, ALLAH akan Menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan dan adalah ALLAH Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."


Taubat itu adalah menyesali dosa dirimu dan berniat ingin untuk meninggalkan nya. Jangan difikirkan andai engkau melakukan dosa lagi, itu adalah hari esokmu. Yang paling penting adalah dosamu yang lalu dan saat ini. Jangan sekali-kali engkau menangguhkan taubatmu pada hari esok, kerna hari esok belum pasti engkau akan menemui nya. Mohonlah akan kekuatan serta Perlindungan kepadaNYA, agar engkau senantiasa Dibimbing olehNYA; tersilap hala tujuan sahja, Tangan `InayahNYA yang akan mengambil engkau kembali ke jalan yang DIA Cintai dan Redhai.


Sesungguh nya, ALLAH سبحانه وتعالى Menyukai kepada hamba-hambaNYA yang senantiasa kembali kepadaNYA dengan bertaubat setelah mereka melakukan dosa, kerna mereka mengetahui bahwa tiada siapa yang dapat Mengampuni dosa-dosa mereka melainkan ALLAH. Jadilah engkau diantara mereka itu dan bukan menjadi hamba yang merasa bangga dengan dosa-dosa mereka sendiri. (wal `iyadzubiLlah) Hadirkanlah dirimu senantiasa digerbang PengampunanNYA. Engkau tidak perlu mengetuk gerbang itu terlebih dahulu untuk membuka nya kerna ia senantiasa berbuka luas untuk hamba-hambaNYA seperti dirimu. Adakah siapa yang lebih Pemaaf dariNYA?


FirmanNYA dalam al-Quranul Kareem (Suratul Zumar ayat 53) :
"Katakanlah (wahai Muhammad صلى الله عليه وسلم) : "Wahai hamba-hambaKU yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari Rahmat ALLAH, kerana sesungguh nya ALLAH Mengampunkan segala dosa; sesungguh nya DIAlah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani"".


FirmanNYA dalam Hadiths Qudsi (HR Musnad Imam Ahmad رحمة الله تعالى عليه) :
"Wahai Keturunan Adam, jika kau berdoa padaKU dan berharap padaKU, maka KU Ampuni dosa-dosa kalian tanpa KU Pertanyakan lagi. Wahai Keturunan Adam, jika kau datang padaKU dengan dosa mencapai langit, lalu kau memohon PengampunanKU, maka KU Ampuni dosamu."


Senantiasalah engkau bersangka baik kepada ALLAH; Tuhanmu yang Maha Pemaaf, yang senantiasa Memaafkan dan tiada Jemu Menerima taubat hamba-hambaNYA. Lantas, engkau senantiasa menyucikan dirimu dengan bertaubat kepadaNYA, sehinggalah ALLAH تعالى Mengambil kembali HakNYA, iaitu dirimu. Ibarat gelas itu, takdir ALLAH تعالى telah Menentukan bahwa akan tergelincir gelas itu dari tanganmu lalu jatuh dan berkecai, tiadalah lagi bagi engkau manfaat akan nya. Namun demikian, ia dalam keadaan yang bersih kerna engkaulah yang telah menjaga kebersihan nya. Begitulah hendak nya terhadap dirimu, saat-saat nafas terakhir engkau sedang dalam keadaan bertaubat kepadaNYA; sedang jasadmu dalam keadaan bersih lagi suci. Betapa bahagia nya jasadmu saat dan ketika itu apatah lagi ruhmu. Nabi Muhammad ibn `AbdiLlah صلى الله عليه وسلم, Penghulumu yang indah akhlaq serta budi pekerti nya, bertaubat kepada ALLAH lebih dari 70 kali setiap hari, sedangkan Baginda صلى الله عليه وسلم Maksum; terpelihara dari melakukan kesalahan dan dosa. Lantas, engkau lebih-lebih lagi wahai hamba ALLAH yang Maha Pemurah. Ingatlah, bahwa sesungguh nya, ALLAH تعالى Menyukai hamba-hambaNYA yang bertaubat dan menyucikan diri.


_______๑۩۞۩๑_______



* Wahai ALLAH, sesungguh nya aku memohon Keampunan dari setiap dosa yang badanku kuat melakukan nya kerna kesihatan yang Engkau berikan kepadaku atau aku mendapatkan segenap kemampuan dengan keutamaan Ni`matMU atau dosa itu aku lakukan dengan kemampuanku kerna Anugerah Keni`matanMU atau aku hulurkan tanganku kepada nya dengan rezki yang telah Engkau berikan kepadaku atau aku pasrahkan dosa-dosa itu atas keamanan dariMU ketika aku takut padaMU atau aku percaya dengan Kemurahan dan KesabaranMU atau aku percayakan dosa-dosa itu pada Mulia nya PengampunanMU.


Wahai ALLAH, sesungguh nya aku memohon KeampunanMU dari segala dosa-dosa yang kerna dosa itu bererti aku mengkhianati amanahku sendiri atau aku menipu diriku dalam dosa-dosa itu atau aku mendahulukan kesenang-senangan dalam dosa itu atau aku kerjakan demi orang lain, atau aku sesatkan orang yang mengikuti dalam dosa, atau aku menang dalam dosa kerna kelebihanku dalam berusaha, dikernakan aku terhalang dariMU dalam dosa wahai Tuhanku, maka Engkau tidak Memberi kemenangan kepadaku untuk mengalahkan perbuatanku, sekira nya Engkau, Maha Suci Tuhanku tidak Menyukai terhadap kemaksiatanku yang telah mendahului dalam pilihanku dan di dalam pelaksanaan kemahuanku dan pilihanku, maka Engkau Sayangi aku sehingga tidak Kau terjerumuskan aku dalam pilihanku secara paksa dan tidak Menghantarkanku dalam satu keterpaksaan. Serta Engkau tidak Menganiayakan aku sedikit pun. Aku memohon KeampunanMU wahai yang Maha Penyayang.


Wahai Temanku ketika susah, wahai Penenangku ketika aku sendiri, wahai Penjagaanku dalam keni`matanku, wahai Penghilang kesusahanku, wahai Dzat yang Mendengarkan doaku, whai Dzat yang Mengasihani cucuran air-mataku, wahai Dzat Pengampun kesalahanku, wahai Dzat yang patut menjadi Tuhanku, wahai Tiangku yang kukuh, wahai Tetanggaku yang terdekat, wahai Junjunganku yang Belas Kasihan, wahai Tuhan Ka`bah yang lama. Keluarkan aku dari persekitaran yang sempit pada jalan yang luas, dengan jalan keluar dariMU yang kuat dan kukuh, hilangkanlah dariku segala kesengsaraan dan kesempitan, cukupkanlah diriku dari keburukkan dan yang menyakitkan, yang aku mampu ataupun tidak. Wahai ALLAH, hilangkanlah dariku segala kesusahan dan yang menyedihkan, keluarkan aku dari kesusahan, wahai Dzat yang Menghilangkan kesedihan, wahai Dzat yang Menurunkan rintahan hujan, wahai Dzat yang Mengkabulkan doa nya orang yang didalam keadaan yang rumit, wahai Dzat yang Maha Penyayang dunia dan akhirat dan yang Mengasihani di dunia dan akhirat, limpahkanlah Selawat kepada orang pilihanMU dari makhlukMU, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan keluarga Baginda yang baik, yang suci.


Hilangkanlah dariku sesuatu yang menyempitkan hatiku dan menghilang kesabaranku bersama hal tersebut dan sedikit usahaku, lemah sudah kekuatanku, wahai Dzat yang Menghilangkan segala bahaya dan malapetaka, wahai yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang rahsia dan yang samar, wahai yang paling Belas Kasihan. Aku serahkan segala urusanku kepada ALLAH. Sesungguh nya ALLAH Dzat yang Maha Mengetahui hamba-hambaNYA, tiada yang Memberi Taufiq padaku kecuali ALLAH. Hanya kepada ALLAH aku berserah dan DIA adalah Tuhan nya `Arsy yang Agung."

Merindukan Alloh

"Ketika malam telah larut, alam fikiranku melayang mengembara kearah kegelapan malam, fikiranku menerawang kesebuah kuburan yang kaku, gundukan tanah merah yang dingin, perut bumi yang menjadi kediamanku kelak, didalamnya tak lain cacing dan serangga pemakan bangkai, tubuhku yang tak mampu menepis binatang yang menggerogotiku dan menjadikan tubuhku sarang dan tempat bertelur, alangkah tak berdayanya tubuh ini, sahabatku meninggalkanku, anak istriku meninggalkanku, orangtuaku meninggalkanku, semua orang yang kukenal melupakanku, mereka tak mau ikut mati bersamaku, mereka tak mau tahu lagi apa yang menimpaku dikuburku, mereka tak mau walau hanya menepiskan cacing yang menggerogoti tubuhku, mereka tak perduli lagi tubuhku membusuk sedikit demi sedikit, hingga tubuhku hancur dan berbau, hingga tubuhku menjadi tulang, lalu habis musnah menjadi tanah, kemana aku akan pergi, ruhku akan melayang memenuhi panggilan Penciptaku.


Wahai ALLAH, tak ada selainMU, Engkaulah yang akan Menepiskan semua serangga yang mendekati tubuhku, akan Engkau Jaga tubuhku yang masuk dalam perut Bumi, Engkau Mendengar jeritan hatiku yang merindukanMU, maka dengarlah Wahai yang Menciptakan harapan, wahai yang Menciptakan segala kerinduan, wahai yang Menciptakan keinginan untuk mengadu, kulontarkan kalimat yang kini hampir memecahkan kalbuku, aku tak mempunyai selainMU untuk mengadu, untuk Menolong, untuk Memberi, untuk Diharapkan, untuk bergerak, untuk bernafas, untuk berucap, untuk bersuara, untuk mendengar, untuk melihat, untuk melangkah, untuk bergerak, untuk berfikir, untuk makan, untuk minum, untuk tersenyum, untuk bergembira, untuk segala-galanya, selainMU, semua yang kumiliki, dan yang tak kumilki adalah MilikMU, tubuhku MilikMU, makananku MilikMU, semua yang kulihat MilikMU, semua yang kudengar MilikMU, semua yang kuucapkan MilikMU, semua langkahku MilikMU, setiap nafasku MilikMU, setiap detik jantungku MilikMU, perasaanku MilikMU, kerinduanku MilikMU, harapanku MilikMU, kesedihanku MilikMU, kegembiraanku MilikMU...


Alangkah indahnya wahai RABB, Karena Engkau Memilikiku, Engkau Menggenggam diriku, Engkau Mengaturku, Engkau Menjagaku, Engkau Melindungiku, Engkau Mengayomiku, Engkau Melimpahkan KelembutanMU padaku, aku merindukanMU wahai ALLAH, Engkau Memanggilku agar aku dekat kepadaMU wahai ALLAH...


Wahai yang Menciptakan cinta kasih di seluruh kalbu hambaNYA, Engkau Menghendaki aku mencintaiMU wahai ALLAH, wahai yang Menciptakan lidah saling menyebut nama-nama hambaNYA, Engkau Menghendaki aku menyebut NamaMU wahai ALLAH, wahai yang Menciptakan segala yang indah, keindahan yang terlihat dan yang tak terlihat, keindahan yang terdengar dan tak terdengar, keindahan yang terucapkan dan tak terucapkan, keindahan yang terasa dan tak dapat dirasa, keindahan yang diketahui dan yang tak diketahui, keindahan yang tersaksikan dan yang tersembunyi, semua keindahan itu berasal dari KeindahanMU wahai ALLAH, maka betapa Indahnya Engkau, betapa Lembutnya Engkau...


Maka wahai Pencipta Keindahan, wahai Pencipta Kelembutan, wahai Pencipta Kasih sayang, sebagaimana Engkau Perlihatkan keindahan yang ada pada makhlukMU, sebagaimana Engkau Perlihatkan kelembutan yang ada pada makhlukMU, sebagaimana Engkau Perlihatkan kasih sayang yang ada pada makhlukMU, maka Perlihatkan padaku KeindahanMU wahai ALLAH, Perlihatkan KelembutanMU wahai ALLAH, Perlihatkan Kasih SayangMU wahai ALLAH, walau hanya berupa harapan, walau hanya berupa sangkaan, walau hanya berupa khayalan, walau hanya berupa kerinduan, walau hanya berupa keinginan, walau hanya berupa airmata, walau hanya berupa Pemberian, walau hanya berupa lamunan, walau hanya berupa Kemudahan, walau hanya berupa Pertolongan, asalkan aku mengetahui bahwa itu datang dari KelembutanMU, datang dari Kasih SayangMU, datang dari KeindahanMU...


Alangkah kecewa hamba yang hanya memiliki harapan, hamba yang hanya memiliki khayalan, hamba yang hanya memiliki lamunan, hamba yang hanya memiliki kerinduan, hamba yang hanya ingin dekat, hamba yang hanya mendambakan kelembutan, hamba yang hanya mendambakan ayoman, hamba yang hanya mendambakan kasih sayang, sedangkan modal semua harapanku hanyalah airmata, apakah ia harus dikecewakan oleh yang Maha tak Mengecewakan...


Alangkah hancur perasaannya kalau kerinduannya ditolak oleh yang Maha tak Menolak kerinduan, alangkah berkeping-kepingnya kecintaannya, bila keinginannya untuk dekat tertolak oleh yang Maha tak Menolak hambaNYA yang ingin dekat, itu semua tak ada pada DzatMU, itu semua tak ada dalam SifatMU, itu semua tak ada pada PerbuatanMU, apalagi yang membuatku tertolak sedangkan Engkau yang Maha Menerima, apalagi yang membuatku tersingkir sedangkan Engkau yang Maha Merangkul, apalagi yang membuatku terjauhkan, sedangkan Engkaulah yang Maha Mendekatkan, salahkah aku merindukanMU, sedangkan Engkaulah yang Menciptakan kerinduanku padaMU, salahkah aku menginginkan dekat padaMU, sedangkan Engkaulah yang Menciptakan keinginanku untuk dekat kepadaMU, salahkah aku merasa tenggelam dalam Samudra KelembutanMU, sedangkan Engkaulah yang Menciptakan perasaan itu dihatiku...?


Wahai ALLAH, wahai yang Menamakan DiriNYA ALLAH, wahai yang Menginginkan NamaNYA dipanggil ALLAH, wahai yang Menginginkan lidahku memanggil DzatNYA dengan panggilan ALLAH, wahai yang Menginginkan aku mengharapkanNYA dengan mengingat Nama ALLAH, wahai yang Menciptakan lidahku bergetar menyebut Nama ALLAH, wahai yang Memberikan kemampuan pada jemariku menuliskan Nama ALLAH, maka dengan KemauanMU kusebut NamaMU ALLAH, dengan KeinginanMU kurindukan Engkau ALLAH, dengan KeinginanMU aku ingin dekat kepadaMU wahai ALLAH, salahkah aku berkeinginan, salahkah aku merindukan, salahkah aku ingin dekat, sedangkan semua getaran kalbuku itu adalah KeinginanMU wahai ALLAH?





Maka sebagaimana Engkau Jadikan cacing merangkak tanpa tangan dan kaki, maka jadikan aku merangkak kepadaMU tanpa hambatan, sebagaimana Engkau jadikan anjing najis bertasbih MensucikanMU, maka jadikan aku pendosa hina yang mendambakanMU, sebagaimana Engkau Jadikan air mengalir menjadi beku, maka Jadikan harapanku mengalir kearahMU dan membeku dipintuMU, sebagaimana Engkau Jadikan gunung batu menjadi debu, maka Jadikan seluruh kesalahanku menjadi debu dihadapan KeagunganMU, sebagaimana Engkau Jadikan bumi perkasa terinjak-injak, maka jadikan hawa nafsuku terinjak-injak kerinduanku kepadaMU...


Sebagaimana Engkau Jadikan Raja berwibawa terkalahkan dan terhinakan, maka Jadikan kesombonganku terhinakan oleh KewibawaanMU, sebagaimana Engkau Jadikan sesuatu yang bergerak menjadi diam, maka jadikan tubuhku yang bergerak berubah diam dari segala yang tak Engkau Redhai, sebagaimana Engkau Jadikan semua yang ada menjadi fana, maka jadikanlah gunung dosa ini fana dalam KelembutanMU, sebagaimana Engkau Jadikan yang tak mungkin menjadi kepastian, maka jadikan semua ketidak mungkinanku untuk dekat menjadi janji kepastian

Senin, 20 Desember 2010

Hak Seorang Muslim Terhadap Muslim Yang Lain


Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Rasulullah saw. bahawa beliau bersabda,
“Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam:jika bertemu maka berilah salam, jika tidak kelihatan maka cari tahulah, jika sakit maka jenguklah, jika mengundang maka penuhilah, jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah (dengan mengucapkan ‘yarhamukallah’, dan jika meninggal dunia maka hantarkanlah(ke pemakaman).”
Pertama, jika bertemu maka berilah salam
Mengucapkan salam adalah langkah pertama, akan semakin mantap jika diikuti dengan berjabat tangan. Ucapan salam harus disertai dengan perasaan cinta, senang, dan wajah yang berseri agar fungsi ucapan salam itu terwujud. Setelah itu saling memperkenalkan nama, pekerjaan, dan tempat tinggal. Dengan demikian Anda telah menapaki tahap awal dalam berdakwah.
Kedua, jika tidak kelihatan maka cari tahulah
Watak sebuah perkenalan adalah jika seseorang yang telah Anda kenal itu tidak Anda lihat dalam waktu tertentu, maka Anda harus mencari kabar tentang keadaannya atau menghubunginya, baik lewat telepon maupun surat.
Ketiga, jika sakit maka jenguklah
Sunnatullah akan berlaku pada setiap orang, maka suatu saat ia akan merasa gembira, sedih, atau sakit; dan setiap kondisi harus disikapi dengan sikap yang islami. Jika Anda mendengar bahwa teman Anda sakit, Anda harus cepat-cepat menjenguknya, memberikan kesejukan, dan mendoakan untuk kesembuhannya; akan sangat baik lagi jika Anda membawa hadiah yang sesuai.
Rasulullah saw. bersabda,
“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, kerana hadiah itu akan menjadikan kalian saling mencintai.”(HR. Malik dalam “Al-Muwatha”‘)

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda,
“Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya sesama muslim karena Allah, maka malaikat akan berseru kepadanya, ‘Kamu dalam keadaan baik dan baikpula tempat tujuanmu, kamu pun akan ditempatkan di surga.” (HR. Muslim)
Jika Anda masuk rumahnya, hendaklah Anda duduk di mana Anda dipersilakan duduk. Diriwayatkan dalam sebuah atsar,
“Barangsiapa masuk rumah salah seorang di antara kamu maka duduklah di tempat tersebut, kerana kaum itu lebih mengetahui aurat rumah mereka.” (HR.Thabrani)
Keempat, jika ia mengundangmu maka penuhilah
Setelah melewati tahapan-tahapan di atas maka hubungan antara kalian akan semakin erat. Suatu saat teman Anda akan menghadapi keadaan-keadaan penting, seperti sukses dalam tugas, pernikahan, atau yang lainnya, lalu ia mengundang Anda untuk menghadiri acara-acara tersebut. Anda harus memenuhi undangan tersebut kerana ini merupakan kesempatan berharga yang tersedia tanpa harus Anda rencanakan sebelumnya.
Kelima, jika ia bersin dan mengucapkan “hamdalah” maka jawablah (ucapkan “yarhamukallah”)
Duduk bersebelahan dengan orang yang belum dikenal di suatu tempat, baik di perjalanan, pesta, mahupun tatkala menjenguk orang sakit, lalu orang yang duduk di sebelah Anda itu bersin maka hendaklah Anda menoleh kepadanya dengan wajah berseri seraya mengucapkan, “yarhamukallah (mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada Anda).” Tentunya hal ini akan menjadikan dirinya merasakan sesuatu yang baru dan setelah itu Anda dapat bercakap-cakap dengannya.
Keenam, jika ia meninggal dunia maka antarkanlah ke tempat pemakamannya
Apa yang dapat ia lakukan setelah meninggal dunia dan dikubur? Pada hakikatnya, mengantar orang lain yang meninggal ke tempat pemakaman adalah mengantar dirinya sendiri, yang ia akan dapat mengambil nasihat, pelajaran, dan merenungkannya. Ini sebuah sunah Rasulullah saw. yang menggambarkan persatuan dan kesatuan kaum mushmin. Jika sebelumnya Anda dapat mengenal pribadi orang yang telah meninggal dunia, maka sekarang Anda dapat menggunakan kesempatan untuk berkenalan dengan keluarganya dan orang-orang yang berta’ziah ke rumahnya.
“Barangsiapa menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka baginya pahala satu qirath. Barangsiapa menyaksikan hingga di makamkan, maka baginya dua qirath.”
Seorang sahabat bertanya, “Apakah dua qirath itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” (Muttafaqun ‘Alaih)
Sumber : At-Thariq ilal Quluub, Bagaimana Menyentuh Hati (Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah)

Meningkatkan Kehadiran Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam Diri

Sungguh Alloh Subhanahu wa Ta'ala selalu melihat dan mengetahui segala gerak gerik setiap hamba-Nya.
Tidak  akan pernah ada yang luput dari pengetahuannya, karena Dia adalah zat yang maha mengetahui apa pun jua,….bahkan Alloh mengetahui apa yang terbersit dalam hati seorang hamba. Alloh Subhanahu wa Ta'ala akan senantiasa bersama hamba-hamba-Nya yang sholih dimanapun mereka berada…..

Kebersamaan Alloh bersama hamba-nya yaitu, terwujud dengan bentuk pengetahuan-Nya penjagaan-Nya, perlindungan-Nya,pertolonga-Nya. Sehingga kesadaran kita akan harus terus terpupuk bahwa Alloh akan senantiasa mengiringi kita selalu…merasakan kehdiran Alloh Subhanahu wa Ta'alaakan mencegah kita untuk tidak berlanjut  melaksanaka kemaksiatan pada-Nya. Namun hal apa saja yang bisa kita usahakan untuk bisa meningkatkan kehadiran Alloh Subhanahu wa Ta'ala dalam diri?
1. Menjalin hubungan dengan Alloh Subhanahu wa Ta'ala.
Namun bagaimana cara kita membangum hubungan dengan Alloh Subhanahu wa Ta'ala? Syekh Muhamad sholih al munajid berkata,” yaitu dengan cara berpegang teguh pada al qur’an. Dia  merupakan tali Alloh yang sangat kuat, cahaya yang terang, siapa saja yang berpegang teguh padanya,Alloh akan menjaganya. Siapa yang mengikutinnya Alloh akan menyelamatkannya. Dan  barangsiapa yang menyeru padanya maka Alloh akan menunjukinya pada jalan yang lurus. Alloh berfirman:
 “Kitab(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”(Q.S 2:2)
Dan barangsiapa yang berpaling darinya maka ia akan celaka dunia dan akhirat.  Alloh berfirman :
 “Barangsiapa berpaling dari pada Al qur'an Maka Sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat”, (Q.S. Tohaa.100)
Lalu bagaimana cara kita agar bisa berpegang teguh pada al quran yang mulia.
2. Senantiasa membacanya dengan terjemahannya
Rosululloh bersabda:
لاصحابه   اقرءالقرءن فانه ياتي يومالقيامة شفيعا
“bacalah oleh kalian al quran,karena dia akan datang di yaumil qiyamah dan memberikan syafaat kepada para pembacanya.”
3. Memahaminya
Al quran adalah kalam Alloh yang diturunkan dengan bahasa arab,hal ini bertujuan untuk membuat kita  lebih mudah dalam memahaminya.
Alloh berfirman :
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. (Q.S 12:2)
Salah satu cara agar bisa memahami al quran adalah ketika kita membacanya harus dibarengi dengan terjemahannya,sehingga dengan cara ini akan memberikan pemahaman yang maksimal pada para pembacanya
4. Mengamalkannya
Al quran adalah sumber solusi dari segala permasalahn hidup manusia. Ketika kita berusaha untuk mengamalkannya maka kita akan menjadi orang orang yang selamat dunia dan akhirat. Alloh SWT berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S 4:59)
5. Bersunguh-sungguh dengan berserah diri kepada Alloh.
Bahwa seluruh yang kita miliki saat ini adalah anugerah dari Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Dan itu semua adalah hanya sekedar amanah…suatu saat nanti semua itu akan kembali pada yang Maha Kuasa dan kita akan dimintai pertanggng jawabanya …
Ini tercermin dalam firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala.
 “orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun(Q.S 2 :156)
6. Meyakini bahwa ketika kita mendekat kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala maka Alloh akan tambah mendekat lagi.
Sejengkal kita mendekati Alloh…maka sehasta Dia akan mendekati kita…..berjalan kita mendekati Alloh…maka Alloh akan berlari mendekati kita. Rasa takut pada alloh wujudkan dengan terus mendekatinya dengan berbagai ketaatan dan amal sholeh padanya……
7. Senantiasa berdzikir pada Alloh swt.
Imam ibnul qoyim berkata dalam salah satu fawaidnya….” Agama itu dibangun  di atas dua kaidah. Zikir dan syukur. Alloh berfirman :
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Seorang hamba yang lisan dan hatinya terus berzikir ( dengan terus ingat dan menyebut nama Alloh, maka Alloh pun akan terus menyebutnya )
Dan sebaliknya..apa bila kita tidak ingat kepada Alloh, maka Dia pun akan melupakan kita….naudzubillah…
Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".
 berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"
Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".

Merindukan ALLOH


Ketika malam telah larut,
alam fikiranku melayang mengembara ke arah kegelapan malam,
fikiranku menerawang ke sebuah kuburan yang kaku,
gundukan tanah merah yang dingin,
perut bumi yang menjadi kediamanku kelak,
di dalamnya tak lain cacing dan serangga pemakan bangkai,
tubuhku yang tak mampu menepis binatang yang menggerogotiku
dan menjadikan tubuhku sarang dan tempat bertelur,

alangkah tak berdayanya tubuh ini,
sahabatku meninggalkanku, anak istriku meninggalkanku,
orang tuaku meninggalkanku, semua orang yang kukenal melupakanku,
mereka tak mau ikut mati bersamaku,
mereka tak mau tahu lagi apa yang menimpaku di kuburku,
mereka tak mau walau hanya menepiskan cacing yang menggerogoti tubuhku,
mereka tak perduli lagi tubuhku membusuk sedikit demi sedikit,
hingga tubuhku hancur dan berbau,
hingga tubuhku menjadi tulang,
lalu habis musnah menjadi tanah,

ke mana aku akan pergi?
ruhku akan melayang memenuhi panggilan Penciptaku.


Wahai Allah, tak ada selain Mu,

Engkaulah yang akan menepiskan semua serangga yang mendekati tubuhku,
akan Kau jaga tubuhku yang masuk dalam perut Bumi,
Engkau mendengar jeritan hatiku yang merindukan Mu,
maka dengarlah Wahai yang menciptakan harapan,
wahai yang menciptakan segala kerinduan,
wahai yang menciptakan keinginan untuk mengadu

kulontarkan kalimat yang kini hampir memecahkan kalbuku,
aku tak mempunyai selain Mu
untuk mengadu, untuk menolong, untuk memberi,
untuk diharapkan, untuk bergerak, untuk bernafas,
untuk berucap, untuk bersuara, untuk mendengar,
untuk melihat, untuk melangkah, untuk bergerak,
untuk berfikir, untuk makan, untuk minum,
untuk tersenyum, untuk bergembira,
untuk segala galanya, selain Mu

semua yang kumiliki, dan yang tak kumilki adalah milik Mu,
tubuhku milik Mu, makananku milik Mu, semua yang kulihat milik Mu,
semua yang kudengar Milik Mu, semua yang kuuucapkan milik Mu,
semua langkahku milik Mu, setiap nafasku milik Mu,
setiap detak jantungku milik Mu, perasaanku milik Mu,
kerinduanku milik Mu, harapanku milik Mu,
kesedihanku milik Mu, kegembiraanku milik Mu,

alangkah indahnya wahai Rabb, Karena Engkau memilikiku,
Engkau menggenggam diriku, Engkau mengaturku,
Engkau menjagaku, Engkau melindungiku,
Engkau mengayomiku, Engkau melimpahkan kelembutan Mu padaku,
aku merindukan Mu wahai Allah,
Engkau memanggilku agar aku dekat kepada Mu wahai Allah..


Wahai yang menciptakan cinta kasih di seluruh kalbu hamba Nya,
Engkau menghendaki aku mencintai Mu wahai Allah..
wahai yang menciptakan lidah saling menyebut nama nama hamba Nya,
Engkau menghendaki aku menyebut nama Mu wahai Allah..

wahai yang menciptakan segala yang indah,
keindahan yang terlihat dan yang tak terlihat,
keindahan yang terdengar dan tak terdengar,
keindahan yang terucapkan dan tak terucapkan,
keindahan yang terasa dan tak dapat dirasa,
keindahan yang diketahui dan yang tak diketahui,
keindahan yang tersaksikan dan yang tersembunyi,

semua keindahan itu berasal dari keindahan Mu wahai Allah,
maka betapa indahnya Engkau .. betapa lembutnya Engkau..


Maka Wahai Pencipta Keindahan, Wahai Pencipta Kelembutan,
Wahai Pencipta Kasih sayang,

sebagaimana Engkau perlihatkan keindahan yang ada pada makhluk Mu,
sebagaimana Engkau perlihatkan kelembutan yang ada pada makhluk Mu,
sebagaimana Engkau perlihatkan kasih sayang yang ada pada makhluk Mu,
maka perlihatkan padaku Keindahan Mu wahai Allah,

perlihatkan kelembutan Mu wahai Allah..
perlihatkan kasih sayang Mu wahai Allah,

walau hanya berupa harapan, walau hanya berupa sangkaan,
walau hanya berupa khayalan, walau hanya berupa kerinduan,
walau hanya berupa keinginan, walau hanya berupa airmata,
walau hanya berupa pemberian, walau hanya berupa lamunan,
walau hanya berupa kemudahan, walau hanya berupa pertolongan,

asalkan aku mengetahui bahwa itu datang dari kelembutan Mu,
datang dari kasih sayang Mu, datang dari keindahan Mu,

alangkah kecewa hamba yang hanya memiliki harapan,
hamba yang hanya memiliki khayalan,
hamba yang hanya memiliki lamunan,
hamba yang hanya memiliki kerinduan,
hamba yang hanya ingin dekat,
hamba yang hanya mendambakan kelembutan,
hamba yang hanya mendambakan ayoman,
hamba yang hanya mendambakan kasih sayang,

sedangkan modal semua harapanku hanyalah airmata,

apakah ia harus dikecewakan oleh yang Maha tak mengecewakan,

alangkah hancur perasaannya kalau kerinduannya
ditolak oleh yang Maha tak menolak kerinduan,

alangkah berkeping kepingnya kecintaannya,
bila keinginannya untuk dekat tertolak oleh
yang Maha tak menolak hamba Nya yang ingin dekat,

itu semua tak ada pada dzat Mu,
itu semua tak ada dalam sifat Mu,
itu semua tak ada pada perbuatan Mu,

apalagi yang membuatku tertolak
sedangkan Engkau yang Maha menerima,
apalagi yang membuatku tersingkir
sedangkan Engkau yang Maha merangkul,
apalagi yang membuatku terjauhkan,
sedangkan Engkaulah yang maha mendekatkan,

salahkah aku merindukan Mu,
sedangkan Engkaulah
yang menciptakan kerinduanku pada Mu,

salahkah aku menginginkan dekat pada Mu,
sedangkan Engkaulah
yang menciptakan keinginanku untuk dekat kepada Mu,

salahkah aku merasa tenggelam dalam samudra Kelembutan Mu,
sedangkan Engkaulah yang menciptakan perasaan itu dihatiku.


Wahai Allah.. wahai yang menamakan diri Nya Allah,
wahai yang menginginkan nama Nya dipanggil Allah,

wahai yang menginginkan lidahku
memanggil Dzat Nya dengan panggilan Allah,

wahai yang menginginkan aku mengharapkan Nya
dengan mengingat nama Allah,

wahai yang menciptakan lidahku
bergetar menyebut Nama Allah,

wahai yang memberikan kemampuan
pada jemariku menuliskan nama Allah..

maka dengan kemauan Mu kusebut namamu Allah..
dengan keinginan Mu kurindukan Engkau Allah..
dengan keinginan Mu aku ingin dekat kepada Mu wahai Allah,

salahkah aku berkeinginan,
salahkah aku merindukan,
salahkah aku ingin dekat,
sedangkan semua getaran kalbuku itu,
adalah keinginan Mu wahai Allah?

maka sebagaimana Kau jadikan
cacing merangkak tanpa tangan dan kaki,
maka jadikan aku merangkak kepadamu tanpa hambatan,

sebagaimana Kau jadikan
anjing najis bertasbih mensucikan Mu,
maka jadikan aku pendosa hina yang mendambakanmu,

sebagaimana kaujadikan
air mengalir menjadi beku,
maka jadikan harapanku
mengalir kearah Mu, dan membeku dipintu Mu,

sebagaimana Kau jadikan
gunung batu menjadi debu,
maka jadikan seluruh kesalahanku
menjadi debu di hadapan Keagungan Mu,

sebagaimana Kau jadikan
bumi perkasa terinjak injak,
maka jadikan hawa nafsuku terinjak injak
kerinduanku kepada Mu,

sebagaimana Kau jadikan
Raja berwibawa terkalahkan dan terhinakan,
maka jadikan kesombonganku
terhinakan oleh kewibawaan Mu,

sebagaimana kau jadikan
sesuatu yang bergerak menjadi diam,
maka jadikan tubuhku yang bergerak
berubah diam dari segala yang tak Kau ridhai,

sebagaimana kau jadikan
semua yang ada menjadi fana,
maka jadikanlah gunung dosa ini
fana dalam kelembutan Mu,

sebagaimana kau jadikan
yang tak mungkin menjadi kepastian,
maka jadikan semua
ketidakmungkinanku untuk dekat
menjadi janji kepastian.