myspace codes
Click here for Myspace glitter graphics and Myspace layouts
bismillah
hijab

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

CINTA KITA CINTA ILAHI...UKHUWAH KITA UKHUWAH FILLAH..

ANDAI PERJUANGAN INI MUDAH, PASTI RAMAI MENYERTAINYA...
ANDAI PERJUANGAN INI SINGKAT. PASTI RAMAI YANG ISTIQAMAH...
ANDAI PERJUANGAN INI MENJANJIKAN KESENANGAN DUNIA, PASTI RAMAI TERTARIK PADANYA...
TETAPI HAKIKAT PERJUANGAN BUKAN BEGITU...
TURUN NAIKNYA..SAKIT PEDIHNYA...
UMPAMA KEMANISAN YANG TAK TERHINGGA...
ANDAI REBAH BANKITLAH SEMULA..
ANDAI TERLUKA INGATLAH JANJINYA
INGATLAH WAHAI SERIKANDI ISLAM.....

Kamis, 13 Januari 2011

Tulislah,,,

Bismillahirrahmanirrohim..
Semoga tulisan ini menjadi motivasi yang lain untuk menulis kebaikan entah dalam bentuk blog, catatan di jejaring sosial, buku, arikel, dll.
Pada awalnya merasa ingin menorehkan setitik rasa syukur atas nikmatNya berupa fasilitas laptop dan internet yang ada dengan memanfaatkannya bukan sekedar kebutuhan pribadi. Semoga dengannya Allah semakin menambahkan nikmatNya.
Begitu pula semoga kelak ketika Allah menanyakan tentang pertanggungjawaban penggunaan laptop dan fasilitas internet ini, ada kebaikan yang ditorehkan sewaktu di dunia.
Berharap ada kebermanfaatan ringan yang dapat dipetik dari kehadiran diri ini dalam perjalanan dunia ini. Karena sebaik-bakinya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Berharap keberkahanNya tercurah  kepada kedua orang tua ku yang telah menyisihkan hartanya untuk keperluan kami akan teknologi sebagai sarana menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Keberkahan yang semakin luas untuk mereka karena mereka tidak sekedar bersedekah kepada keluarganya tetapi mereka telah menyediakan fasilitas menulis dalam blog ini.
Semoga ketika pun saatnya ruh terpisah dari jasad ku dan tak mampu lagi ku berbakti dengan mendo’akan mereka kedua orang tuaku , ini juga menjadi sarana amal jariyah untuk mereka.
Berharap dapat menunaikan kewajiban memberikan “zakat” sedikit ilmu yang dititipkan kepada diri ini. Bukankah Rasulullah berkata “sampaikan olehmu dariku walau satu ayat”. Semoga tidak menjadi seseorang yang mengubur ilmu dengan menyembunyikannya.
Berharap pula jari-jari yang mengetik ini akan menjadi saksi kelak saat mulut tak mampu lagi berucap sehingga kelak Allah menambah pahala untukku, guruku, orang tuaku, dan kawan-kawanku yang membantu adanya penulisan ini entah bantuan ilmu, informasi, materi, juga motivasi.
Berharap pula menambah semangat mencari ilmu karena ketika ada sesuatu hal yang ingin dituliskan sedangkan tersandung oleh pertanyaan, maka keinginan untuk membaca dan mencari ilmu terkait dapat lebih terpacu lebih baik.
Berharap sebagai sarana motivasi perbaikan bagi diri sendiri juga pengunjung yang membacanya, karena tidak akan akan pernah ada kesempurnaan diri dalam menjalani kehidupan ini dari setitik noda dosa.
Berharap pula memperoleh balasan dariNya yang lebih baik dari dunia dan seisinya karena adanya seseorang yang melakukan kebaikan atas anugerah hidayahNya melalui inspirasi dalam tulisan ringan dalam blog ini.
Berharap sebagai sarana untuk mengingatNya dan mengagungkan namaNya di dunia dalam tulisan kata yang tersusun dalam kalimat di blog ini, sehingga Allahpun mengingat diri ini dalam kumpulan penghuni langit ciptaanNya.
Berharap memperoleh cintaNya ketika menorehkan kata sebagai usaha menumbuhkan kecintaan kepada sesama muslim dengan menunaikan hak mereka untuk memperoleh nasehat yang mereka cari dan butuhkan dalam internet ini.
Berharap kebaikan kecil dan ringan ini Allah izinkan sebagai sarana untuk  menghapus keburukan-keburukan yang pernah tertoreh dalam lembar sejarah kehidupan ini.
Tiada kebaikan dan amal ibadah yang memampukan seseorang untuk memperoleh surgaNya kecuali dengan RahmatNya. Namun tingkatan surga yang diperoleh seorang manusia sesuai dengan tingkat jual-belinya dengan Allah di dunia ini. Tidak akan sama derajat surga yang diperoleh seorang manusia  bergelar syahid karena Allah dengan seorang manusia yang masuk terakhir ke dalam surgaNya setelah dicuci semua dosanya hingga memperoleh ridhaNya untuk keluar dari nerakaNya menuju surgaNya.
Ya Allah berikan kepada kami segala kemampuan, kemauan, dan usaha untuk menjadi pribadi yang Engkau cintai…
Ya Allah berikan kepada kami kecenderungan dan kekuatan berjalan dalam jalan lurus yang Engkau ridhai…
Ya Allah berikan kepada kami kenikmatan mencintaiMu dan merindukanMu dalam hidup kami…
Ya Allah bantu kami menjaga kebersihan hati kami untuk menjaga keikhlasan amal kebaikan kami…
Ya Allah bantu kami menutup usia kami dengan keimanan terbaik, amal terbaik, diwaktu terbaik, tempat terbaik, dan dengan cara yang terbaik menurutMu Ya.. Allah ya Rahman ya Rohim..


blog sahabat

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami…”. QS. Ali Imron: 8 ..//*


Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...
Bismillaahirrohmaanirrohiim ... ..

Kiat Berpegang Teguh Dengan Agama Allah

Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya…Amma Ba’du:

Sesungguhnya kebutuhan seorang muslim terhadap kiat-kiat untuk berpegang teguh dan berkomitmen terhadap ajaran agama mereka sangatlah besar, hal ini disebabkan karena banyaknya fitnah dan sedikitnya manusia yang bisa membantu, dalam hal keterasingan agama. Dan di antara kiat berpegang teguh dengan agama adalah:

Pertama: Sadar untuk kembali kepada Al-Qur’an yang agung baik dengan menghafal, membaca dan mengamalkan. Dia adalah tali Allah SWT yang kuat, jalan yang lurus, dan barangsiapa yang berpegang pada tali Allah SWT, maka Allah SWT akan menjaganya dan barangsiapa yang berpaling, maka dia akan tersesat dan menyimpang. Allah SWT memberitahukan bahwa tujuan utama diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur adalah untuk mengokohkan keberadaannya (di dalam hati). Allah SWT berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar). (QS. Al-Furqon: 32)

Kedua: Iman kepada Allah SWT dan amal shaleh. Allah SWT berfirman:
يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللهُ مَا يَشَاء
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan berbuat sesuka yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 27)

Qotadah berkata, “Di dalam kehidupan dunia maka dia akan diberikan ketetapan dengan berbuat kebaikan dan beramal shaleh dan di akherat adalah keteguhan di dalam kubur. Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُواْ مِن دِيَارِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلاَّ قَلِيلٌ مِّنْهُمْ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),(QS. Al-Nisa’: 66.)

Dan Nabi Muhammad SAW selalu beramal shaleh secara kontinyu dan amal yang paling beliau sukai adalah amal yang berkesinambungan walaupun sedikit, dan para shahabat beliau saat ingin melakukan suatu amal shaleh maka mereka menetapkannya.

Ketiga: Membaca kisah-kisah para nabi dan mempelajarinya agar bisa ditauladani dan diamalkan. Dalilnya adalah firman Allah SWT;
وَكُـلاًّ نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاء الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءكَ فِي هَـذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan semua kisah dari rasul-rasul telah Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran dan pengajaran serta peringatan bagi orang-orang yang beriman. (QS. Hud: 120)

Banyak ayat-ayat yang diturunkan untuk meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang beriman bersama beliau, seperti kisah Nabi Ibrahim, Musa dan seorang keluarga Fir’aun yang beriman dan kisah-kisah lainnya.

Keempat: Berdo’a. Sesungguhnya di antara sifat-sifat orang yang beriman adalah mereka menghadap Allah dengan berdo’a kepadaNya agar diteguhkan sebagaimana yang diajarkan oleh Allah SWT di dalam firmanNya:

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami…”. QS. Ali Imron: 8

Dan Nabi bersabda: “Sesungguhnya seluruh hati anak Adam berada di antara dua jari dari jemari Allah Yang Maha Rahman sama seperti satu hati dan dia berbuat padanya sekehendak -Nya”. Shahih Muslim: 4/2045 no: 2654

Dari Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW banyak berdo’a dengan mengucapkan: Ya Allah yang Maha Membolak balikkan hati tetapkanlah hati-hati kami agar selalu taat kepadaMu”. Musnad Imam Ahmad: 6/251

Kelima: Berdzikir kepada Allah SWT. Dzikir adalah sebab yang paling agung agar seseorang bisa teguh. Renungkanlah ayat di bawah ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al-Anfal: 45)

Allah menjadikan zikir sebagai sebab utama dalam berpegang teguh saat berjihad.

Keenam: Berdakwah kepada Allah Azza Wa Jalla, dan ini adalah tugas para Rasul dan para pengikut mereka. Allah SWT berfirman:

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. Yusuf: 108)

Dan jika seorang hamba betul-betul berusaha memberikan petunjuk kebenaran kepada orang lain, maka Allah akan memberikan balasannya dari jenis amal yang sama, sehingga dia semakin bertambah dalam mendapatkan petunjuk dan keteguhan dalam kebenaran. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; (QS. Al-Kahfi: 28)

Dan disebutkan di dalam cerita tentang seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan nyawa manusia bahwa dia bertanya tentang taubat kepada seorang yang berilmu dan orang alim tersebut berkata; Apakah yang menghalangi dirimu dari taubat, pergilah ke daerah ini sebab disana terdapat masyarakat yang menyembah Allah SWT dan sembahlah Dia bersama mereka dan janganlah kembali mendatangi kampung halamanmu sebab dia adalah lingkungan yang buruk”. Shahih Bukhari: 2/497 no: 3470 dan shahih Muslim: 4/2118 no: 2766

Ibnul Qoyyim rahimahullah bercerita tentang keteguhan syaekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah saat beliau dipenjara: Dan apabila rasa khawatir kami memuncak dan prasangka buruk menguasai kami serta dunia telah menyempit maka kamipun berkunjung kepada beliau, maka tidaklah kita melihatnya dan mendengar ucapannya kecuali keburukan yang kami rasakan sebelumnya sirna seketika, bahkan dada kami berbalik merasakan kelapangan, kekuatan, keyakinan dan ketenangan. Maha suci Allah yang telah memperlihatkan surga -Nya sebelum bertemu dengan -Nya, dan membukakan baginya pintu-pintu surga pada waktu beramal, juga Dia telah memberikan kepada mereka keharuman, kesejukan, dan kebaikannya selama mereka memusatkan usaha mereka untuk menuntutnya dan berlomba-lomba mendapatkannya”. Al-Wabilus Shayyib minal kalimit Tahyyib, halaman; 82

Kedelapan: Yakin dengan kedatangan pertolongan Allah SWT dan masa depan adalah milik Islam. Inilah cara Nabi meneguhkan para shahabat di awal dakwah Islam pada saat mereka tersiksa dengan berbagai intimidasi. Dari Khabbab bin Arit bahwa dia mengadu kepada Nabi Muhammad SAW tentang siksa yang dihadapinya dan dia meminta dido’akan agar terhindar dari siksa, maka Beliau bersabda, “Demi Allah, sungguh Allah akan menyempurnkan agama ini sehingga seorang pengendara akan berjalan sendiri dari Shan’a ke Hadramaut sementara mereka tidak sedikitpun takut kecuali kepada Allah SWT dan seorang penggembala tidak takut terhadap domba-dombanya namun kalian terlalu tergesa-gesa”. Shahih Bukhari: 4/285 no: 6943

Kesembilan: Sabar. Ini termasuk sebab yang paling besar agar seseorang bisa berpegang teguh pada agama. Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah: 153)

Dari Abi Sa’id Al-Khudri RA bahwa Nabi bersabda, “Barangsiapa bersabar maka Allah akan memberikan kesabaran baginya dan tidaklah seseorang diberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari sabar”. Shahih Bukhari: 4/186 no: no: 6470 dan shahih Muslim: 2/729 no: 1053

Dari Abi Tsa’alabah Al-Khusyani RA bahwa pada saat Nabi menyinggung tentang amar ma’ruf anhi mungkar beliau bersabda, “Sesungguhnya di belakang kalian akan tiba masa-masa bersabar, di mana bersabar pada masa itu sama seperti menggenggam bara api, orang yang berbuat kebaikan pada masa itu dari kalangan mereka akan mendapat pahala yang menyamai pahala limapuluh orang pada jenis kebaikan yang sama”. Tsa’labah bertanya: Wahai Rasulullah apakah akan menyamai lima puluh pahala kebaikan dari golongan mereka?. Rasulullah SAW menjawab: Menyamai Pahala lima puluh orang di antara kalian”. Sunan AbuDawud: 4/123 no: 4341

Kesepuluh: Merenungkan kenikmatan surga dan pedihnya siksa neraka, serta mengingat kematian. Maka pada saat seorang yang beriman merenungkan firman Allah SWT:

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,..”. (QS. Ali Imron: 133)
Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imron: 185)

Dengan merenungakan ayat ini maka segala kesulitan akan menjadi ringan dan hidup zuhud di dunia, jiwanya akan rindu kepada akherat dan derajat yang tinggi.

Dan Nabi Muhammad SAW mengingatkan para shahabatnya dengan kenikmtan surga agar mereka tatap berpegang teguh pada agama Allah dan bersabar atasnya. Beliau melewati Yasir dan Amar beserta ibunya pada saat mereka tersiksa di jalan Allah SWT guna memperthankan keimanannya, maka Rasulullah SAW bersabda; Berasabarlah wahai keluarga Yasir sebab janji kalian adalah surga”. ( ) Mustadrakul Hakim: 3/432 dishahihkan oleh Albani di dalam fiqhus siroh, halaman: 103. Lihat risalah syekh Muhammad Al-Munjjid, Asbabus sabat alad dini”.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.

http://www.islamhouse.com/p/289313

Untuk Sahabat

Kenangan itu....Tak akan lekang oleh waktu
Kebersamaan itu…
Tak akan terhapus begitu saja
Semoga kita tetap saling menguatkan
baik kala suka maupun duka
Semoga kita tetap saling berbagi
saat lapang maupun sempit
***

Jumat, 07 Januari 2011

Antara Percaya dan Mempercayakan



Pernah baca buku “Setengah Isi Setengah Kosong (Half Full Half Empty)” karangan Parlindungan Marpaung terbitan MQ Publishing? Ini buku motivasi ringan yang saya baca pertama kali waktu kuliah sekitar 4 tahun lalu. Waktu itu belum begitu heboh, hingga beberapa bulan kemudian ternyata buku itu akhirnya menjadi best seller. Dan saya akui memang cukup memikat karena kemasan bahasanya yang ringan dan mudah dipahami. Saya tidak akan mereview isi bukunya, saya hanya ingin berbagi satu judul yang sering saya jadikan contoh ketika berdiskusi dengan kawan-kawan seputar keimanan. Judul cerita yang saya maksud dalam buku itu adalah “Antara Percaya dan Mempercayakan”.
Dalam cerita itu dikisahkan, suatu kali diadakan sebuah lomba menyeberangi air terjun Niagara yang dihubungkan ujung ke ujungnya dengan seutas kawat baja. Setiap peserta yang ambil bagian dalam lomba itu hanya dibekali panitia sebuah tongkat penyeimbang.
Sejak pagi lomba telah dimulai, banyak peserta yang akhirnya gagal menyeberangi air terjun itu. Hingga akhirnya ada peserta yang dengan pengalaman dan kepiawaiannya mulai menapaki kawat baja tersebut dengan mantap. Ketika sampai ditengah perjalanannya, angin mulai berhembus dengan cukup kencang, peserta lomba itupun terayun-ayun, dia berusaha mencapai keseimbangan dengan tongkatnya, dan dengan sangat hati-hati dan perlahan, dia menapakkan kakinya di kawat yang licin karena uap air terjun.
Perlahan namun pasti, peserta itu memasuki tahap terakhir dari bagian perjalanannya. Sejenak dia terhenti akibat goyangan kawat baja yang merusak keseimbangan tubuhnya. Tampaknya, uap air terjun dan angin tengah hari yang berhembus cukup kencang sangat mempengaruhi usahanya untuk mencapai seberang air terjun itu.
Akhirnya, dengan segala upaya, motivasi dan konsentrasi yang fokus, peserta ini berhasil menyeberangi air terjun Niagara dengan disertai tepuk tangan dan penganugerahan medali kehormatan sebagai satu-satunya peserta yang berhasil menyelesaikan lomba.
Tidak lama kemudian, pria ini ditantang untuk kembali lagi menyeberangi ketempat asal guna membuktikan bahwa keberhasilannya bukan karena faktor keberuntungan semata. Tantangan ini diterima oleh pria itu, dengan memberikan sebuah pertanyaan kepada panitia dan para penonton.
“ Oke saudara-saudara, saya akan menyeberangi kembali menuju tempat asal, dan satu pertanyaan saya, apakah kalian percaya saya dapat melakukan hal ini ???”. Serentak semua penonton dan panitia mengatakan, “ Percaya.!!!!!”.
Lagi pria itu bertanya :“Kalau kalian percaya saya mampu melakukan penyeberangan ini, siapakah seorang diantara kalian yang bersedia bersama-sama dengan saya menyeberangi kembali air terjun ini ?”
Semua penonton dan panitia terdiam, “ Ayo, adakah diantara kalian yang berani? “. “Jangan khawatir, saya akan menggendong , dan kita bersama-sama pasti bisa menyelesaikan pekerjaan ini!” jelasnya lagi.
Kembali suasana hening, dan banyak pula penonton dan panitia yang menundukkan wajahnya. Tidak ada yang menjawab.
Ditengah keheningan, tiba-tiba seorang anak kecil menyeruak ditengah kerumunan massa, dan mengatakan bersedia. Akhirnya, perjalanan menyeberangi kembali air terjun Niagara dimulai, dan tampaknya, memakan waktu lebih lama dari perjalanan pertama kali tadi. Melewati setengah perjalanan, penonton bersorak dengan keyakinan bahwa kedua orang itu akan tiba di seberang dengan selamat.
“Sungguh pertunjukkan yang luar biasa!” ujar reporter televisi CNN yang meliput kejadian itu. Akhirnya tibalah pria itu beserta dengan anak lelaki yang dipundaknya dengan selamat, disertai dengan sorak sorai penonton. Fokus penonton sekarang bukan lagi kepada si Pria, melainkan kepada si anak kecil. Penasaran dengan keberanian si anak kecil ini, diapun diajak naik keatas panggung dan diwawancarai oleh panitia lomba.
“Nak, mengapa kamu mau mengajukan diri untuk naik bersama-sama dengan Pria itu menyeberangi air terjun yang berbahaya ini?”, tanya ketua panitia lomba.
“Saya berani, karena dia adalah Ayah saya!”jawab anak itu singkat.
Disini terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara PERCAYA dan MEMPERCAYAKAN. Sikap penonton dalam cerita di atas adalah lambang dari “PERCAYA”, sedangkan keikut sertaan si Anak di pundak Pria itu adalah “MEMPERCAYAKAN”.
…………………………………………………………………………………………………………..
Dan itu menggambarkan sejatinya kita, jika kita bertanya kepada saudara kita sesama muslim, Percayakah kita pada Allah? Saya yakin hampir setiap kaum muslimin yang kita temui akan menjawab dengan tegas “Percaya !!”. Tapi, apakah kita sudah mempercayakan hidup kita di tangan Allah? Pencipta kita yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambaNya? Jika iya, lalu mengapa masih banyak yang meragukan perintah Allah? Mengapa masih banyak yang mempertanyakan aturan Allah? Mengapa masih banyak yang tidak yakin aturan Allah pasti yang terbaik, pasti bermanfaat dan pasti mensejahterakan, terlepas apakah kita tahu atau tidak manfaatnya, tapi kepastian itu, Allahlah jaminannya.
Jika mau tahu seperti apa seharusnya kita mempercayakan hidup kita ditangan Allah, tengoklah kisah Rasulullah dan para sahabat menyikapi aturan Allah yang baru saja mereka terima. Ketika ayat pelarangan minum khamr turun, serta merta seluruh sahabat membuang kendi-kendi khamr yang mereka miliki, bahkan memuntahkan khamr yang baru saja hendak dan sudah diteguknya, hingga dikisahkan saat itu Mekah banjir khamr. Mereka seketika itu juga melaksakan perintah Allah langsung begitu seruan dalam ayatNya turun, tanpa menunda-nunda dan tanpa bertanya-tanya. Tidak ada satupun di kalangan sahabat yang bertanya dulu pada Rasulullah mengapa Allah mengharamkan khamr dan baru akan mematuhinya setelah puas mendapat jawaban Rasulullah. Padahal khamr sangat bermanfaat untuk menghangatkan tubuh karena Mekah pada malam hari sangat dingin. Tapi tak ada satupun yang melakukannya, kenapa? Jawabannya sudah jelas, keimanan membuat mereka mau mempercayakan apapun di tangan Allah.
Begitu juga kisah sahabiyah. Ketika ayat tentang kewajiban jilbab dan khimar turun, serta merta mereka mengambil dan menyobek kain apa saja yang ada di depannya, entah itu gorden, alas duduk atau apapun untuk menutupi auratnya. Seketika !! dan Tanpa Bertanya !!! Apalagi menunda-nunda dengan berbagai alasan. Dan kau pasti tahu alasannya kan? Karena tidak ada yang bisa 100% dipercaya kecuali Allah. Allah adalah jaminan akan kebaikan bagi kita, apapun itu aturannya.
Dan saya rasa semua juga pasti tahu tentang kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, putranya. Alasan apakah yang mendorong Ibrahim mau menyembelih anaknya Ismail? Tidak lain dan tidak bukan adalah Allah semata. Sesuatu yang dimata kita sangat kejam, ternyata begitu mulia di sisi Allah.
Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita untuk meragukan aturan Allah. Apapun itu !!! Apalagi mengharamkan apa yang sudah Allah halalkan seperti jihad, poligami, pembatasan usia nikah, atau pembatasan mahar bagi wanita misalnya. Kalaupun terjadi masalah itu bukan karena hukum Allah yang salah, tapi penerapannya yang tidak sesuai syariah. Jadi bukan hukumnya yang akhirnya di rubah, tapi pelaksana hukumnya yang harus mau berubah. Begitupun sebaliknya, menghalalkan apa yang Allah haramkan, seperti privatisasi sektor-sektor publik, homo, lesbi, waria, khamr, judi, riba, zina yang semakin marak dimana-mana. Jadi dalam Islam seharusnya tidak akan pernah sekalipun ditolerir adanya pernikahan sesama jenis atau lokalisasi judi sekalipun seluruh wakil rakyat setuju untuk diundangkan !!!
Aturan Allah pasti terbaik bagi hambaNya, apakah itu ekonomi, politik, tata pergaulan, pendidikan, rumah tangga baik itu dari bangun tidur hingga kita tidur lagi ataupun dari diri sendiri hingga pengaturan negara. Aturan Allah juga bukan aturan yang mustahil untuk dijalankan, karena sudah terbukti mampu mensejahterakan lebih 13 abad lamanya bertahan dan melingkupi 2/3 dunia. Dan tentu saja, kita mau melaksanakannya karena itu adalah konsekuensi keimanan kita, konsekuensi yang seharusnya membuat kita mempercayakan sepenuh hidup kita ditanganNya. Tanpa kecuali.
Jadi, sudahkah kita mempercayakan hidup kita di tangan Allah? Kita sendiri yang bisa menjawabnya. Wallahua’lam.

blog jejak cinta Qousa

“Demi Allah, Saya akan Melaksanakan Sholat di Masjid”



Nabi sallallahu `alayhi wa sallam bersabda,” Ada dua nikmat di mana banyak manusia terpedaya di dalamnya, yaitu sehat dan waktu luang. ” [Shahih Bukhari, Kitab 81, Bab 1, Hadits No 6.412, hal 1232.]
Ini adalah kisah nyata. Jika Allah memberi Anda hidayah, ini dapat mengubah hidup, cara berpikir, dan tujuan utama dalam hidup Anda.
Ini adalah cerita tentang seseorang dari Bahrain bernama Ibrahim Nasser. Dia telah lumpuh total sejak lahir dan hanya dapat menggerakkan kepala dan jarinya. Bahkan bernapasnya dilakukan dengan alat bantu.
Pemuda ini sangat ingin bertemu syekh Nabeel Al-Awdi. Maka, ayah Ibrahim pun menghubungi syekh lewat telepon untuk mengatur kunjungan ke Ibrahim.
Ibrahim sangat senang melihat syekh Nabeel membuka pintu kamarnya. Kita hanya bisa melihat kebahagiaan dari ekspresi wajahnya karena ia tidak dapat berbicara.
Lalu syekh Nabeel dan Ibrahim mulai berbicara tentang Dakwah di internet dan perjuangannya yang diperlukan. Mereka juga saling bertukar cerita.
Dan selama percakapan mereka itu, syekh Ibrahim Nabeel melontarkan pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang membuat Ibrahim menangis… dan air mata bergulir di pipi Ibrahim.
Ibrahim tidak bisa menahan tangisnya ketika ia ingat beberapa kenangan masa lalunya yang menyakitkan.

Apakah Anda tahu pertanyaan apa yang membuat Ibrahim menangis?
Syekh itu bertanya: “Oh Ibrahim .. jika Allah telah memberi kesehatan kepadamu … apa yang akan kamu lakukan?”
Dan dengan demikian Ibrahim menangis tersedu-sedu, dan ia membuat syekh, ayahnya, pamannya dan semua orang di ruangan menangis .. bahkan pria yang memegang kamera pun menangis juga.
Dan jawabannya adalah: “Demi Allah saya akan melaksanakan shalat di masjid dengan sukacita .. Saya akan menggunakan nikmat kesehatan saya dalam segala sesuatu yang akan menyenangkan Allah SWT.”
****
Saudara – saudariku, Allah telah menganugerahi kita dengan kelincahan dan kesehatan. Tapi kita tidak melaksanakan (mendirikan) ibadah shalat kita di masjid! Dan kita duduk berjam-jam di depan komputer atau TV!
“Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaf: 37).

Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar & menjaga diri kita agar tetap berpendirian teguh.
.
sumber : notes facebook seorang kawan

Apa Kabar?



Bismillah…
.

Apa kabar raga ?
Masihkah ghiroh juangmu mengalahkan rasa lelahmu….
Ataukah sudah terparkir untuk menikmati pesona duniawi ?
.
Apa kabar jiwa ?
Masihkah ia rindu akan kebenaran…
Ataukah sudah jumud dengan perjuangan ?
.
Apa kabar akal ?
Masihkah ia dahaga akan ilmu…
Masihkah ia berpikir tentang kemuliaan umat…
Atau hanya berpikir tentang pernik pemuas diri ?
.
Apa kabar lisan ?
Masihkah ia basah oleh dzikrullah dan dakwah…
Ataukah ia sudah terganti oleh beribu kata tanpa makna ?
.
Apa kabar hati ?
Masihkah ia seperti padi…
Semakin merunduk ketika bertambah bulir,
Tawadlu’ di ujung-ujung tangkainya…
Atau…
Masihkah ia sekuat batu karang ?
Berdiri tegar menghadapi hempasan gelombang ujian…
.
Apa kabar iman ?
Masihkah ia becahaya laksana bintang yang menerangi kehidupan malam,
Masihkah pancaran sinarnya memenuhi langit-langit kelam,
Atau jangan-jangan, mulai meredup perlahan ?
.
Dan apa kabar sahabatku ?
Dimanapun engkau berada, semoga Allah senantiasa menjaga dirimu, ragamu, jiwamu, akalmu, lisanmu, hatimu dan imanmu…
.
Amin..Ya..Rabbal’aalamin


Ya Allah…,

Jagalah sahabatku dikala penjagaanku tak sampai padanya,
Sayangi ia, disaat sayangku tak mampu merangkuhnya dalam dekapan nyata,
Muliakan ia, dikala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja,

Karena Engkau punya segala yang tak ku punya,
Dan karena kuinginkan ia selalu menjadi saudaraku di dunia,
Dan mengharap kelak bertemu dengannya di surga,

Amin…Allahumma Amin


*Do’a dari sahabat untuk sahabat…terimakasih sudah berkenan menjadi sahabatku, semoga Allah merahmati persahabatan kita. Amin*

Senin, 03 Januari 2011

Bimbinglah Hamba…




Dimanakah cahaya itu
Yang dahulu selalu menerangi
Disaat gelap ku dapat panduan
Ringan langkah ku ayunkan
Benarkah ini maksud hidup?
Mencari dunia
Akhirat ternoda
Walau dunia berwajah ceria
Namun tak bisa menutup luka jiwa
Tiada bahagia tanpa ingat-Nya
Merasa di tatap dan takut akan-Nya
Semua benar tak tentu salah
Buta hati walau tak buta mata
Siapa tak takut jika menimpa
Dikira benar ternyata salah
Apalah guna semua usaha
Jika tak mendapat ridho dari-Nya
Sungguh tak layak seorang hamba
Melihat dosa bagaikan lalat
Hinggap di hidung hanya sekejap
Di halau terbang
Esok kembali datang mengulang
Sungguh tiada daya upaya
Pertolongan Allah-lah sebuah cita
Hamba lemah dalam melangkah
Sering terjatuh dalam gelimang dosa
cahaya itu
Dimanakah cahaya itu
Yang dahulu selalu menerangi
Disaat gelap ku dapat panduan
Ringan langkah ku ayunkan
Benarkah ini maksud hidup?
Mencari dunia
Akhirat ternoda
Walau dunia berwajah ceria
Namun tak bisa menutup luka jiwa
Tiada bahagia tanpa ingat-Nya
Merasa di tatap dan takut akan-Nya
Semua benar tak tentu salah
Buta hati walau tak buta mata
Siapa tak takut jika menimpa
Dikira benar ternyata salah
Apalah guna semua usaha
Jika tak mendapat ridho dari-Nya
Sungguh tak layak seorang hamba
Melihat dosa bagaikan lalat
Hinggap di hidung hanya sekejap
Di halau terbang
Esok kembali datang mengulang
Sungguh tiada daya upaya
Pertolongan Allah-lah sebuah cita
Hamba lemah dalam melangkah
Sering terjatuh dalam gelimang dosa
cahaya itu