myspace codes
Click here for Myspace glitter graphics and Myspace layouts
bismillah
hijab

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

CINTA KITA CINTA ILAHI...UKHUWAH KITA UKHUWAH FILLAH..

ANDAI PERJUANGAN INI MUDAH, PASTI RAMAI MENYERTAINYA...
ANDAI PERJUANGAN INI SINGKAT. PASTI RAMAI YANG ISTIQAMAH...
ANDAI PERJUANGAN INI MENJANJIKAN KESENANGAN DUNIA, PASTI RAMAI TERTARIK PADANYA...
TETAPI HAKIKAT PERJUANGAN BUKAN BEGITU...
TURUN NAIKNYA..SAKIT PEDIHNYA...
UMPAMA KEMANISAN YANG TAK TERHINGGA...
ANDAI REBAH BANKITLAH SEMULA..
ANDAI TERLUKA INGATLAH JANJINYA
INGATLAH WAHAI SERIKANDI ISLAM.....

Jumat, 14 Januari 2011

❤ UKHUWAH KITA b_coz ALLAH ❤

Sahabatku...

Rasulullah bersabda,المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“ Seseorang itu sesuai dengan agama temannya. Maka, hendaklah seseorang memperhatikan siapa teman dekatnya ” [ذم الهوى /Dzammul Hawa/. أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي /Abul Faraj Abdurrahman bin Abil Hasan Al-Jauzi/, tahqiq: مصطفى عبد الواحد , via software المكتبة الشاملة.]


Abul Qa’qa’ mengatakan

و من هنا ينبغي للمرء أن يبحث له عن زميل صالح, و خل جاد ناصح, بحيث يكونان متلازمين في أغلب الأوقات, و يحث كل منهما صاحبه على الطلب و التحصيل, و يشد كل منهما من أزر الآخر و يسد كل منهما الآخر إن أخطأ, و يعينه و يحفزه إن أصاب و وفق, و يغيب كل منهما للآخر ما حفظه من العلم, و يقرآن سوياً, و يراجعان سويا, و يبحثان المسائل, و يحققا سويا

“ Seseorang harus mencari kawan yang shalih, rajin dan suka menasihati, agar (ia) selalu bisa bersamanya pada sebagian besar waktunya, saling memotivasi dalam belajar dan saling menguatkan semangat sesamanya, mengingatkannya bila ia salah, dan mendukungnya bila ia benar dan mengevaluasi apa yang telah ia hafal, baca, diskusikan, dan kaji tentang sebuah permasalahan dengan selalu bersama-sama. " [كيف تتحمس لطلب العلم الشرعي/Kaifa Tatahammas Li Thalabil ‘Ilmi Asy-Syar’i/. محمد بن صالح بن إسحاق الصيعري / Muhammad ibn Shalih ibn Ishaq Ash-Shi’ri /. 1419 H. فهرسة مكتبة الملك فهد الوطنية أثناء النشر /Fahrasah Maktabah Al-Malik Fahd Al-Wathaniyyah Ats-naa`a An-Nasyr.]

Karena itu sahabat...

Ingatkanlah aku selalu jika aku salah,.. Jangan kau tinggalkan aku sendiri dalam keburukan…dalam kekhilafan…dalam ketidaktahuanku… Ingatkan aku dengan kelembutan, tundukkan aku dengan ilmu bukan hawa nafsu… Genggam erat tanganku dan jangan pernah lepaskan aku dalam kesendirian…


Sahabatku..

المؤمن يحب لأخيه ما يحب لنفسه

“ Seorang mukmin mencintai untuk saudaranya apa yang dicintainya untuk dirinya sendiri. ” (Riwayat Bukhari no. 13; Muslim no. 45; an-Nasa’i VIII/115; Tirmidzi no. 2515; ad-Darimi II/307; Ibnu Majah no. 66; dan Ahmad III/176,206,251,272,278)


>: Tentang Persahabatan :<

❤ Dasar Persahabatan (bukan cuma di dunia saja, tapi juga di akhirat yang harus berlandaskan ketakwaan)

Jangan membiarkan teman dalam keburukan, harus saling mengingatkan...

contoh:

mengingatkan dari hal-hal yang kecil, jika teman lalai dalam sholat, dan ibadah lainnya, maka ingatkanlah karena kalau tidak diingatkan kita pun akan terkena dosanya karena kita tidak melakukan amar ma'ruf nahi mungkar dan boleh jadi di akhirat kelak akan saling menyalahkan.

الأَخِلّاءُ يَومَئِذٍ بَعضُهُم لِبَعضٍ عَدُوٌّ إِلَّا المُتَّقينَ

" Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. " (QS. Az-Zukhruf: 67)


❤ Fungsi Persahabatan

Sebagai penolong dan penopang dalam perjalanan menuju Allah...

Sahabat sejati adalah penolong orang-orang yang benar, berjuang di jalan Allah dan menolong agama Allah. Maka, kita harus pintar-pintar dalam mencari teman dekat yaitu teman yang benar-benar baik. Orang yang menolong orang lain di jalan Allah dan menolong agama Allah sangat layak untuk dijadikan sahabat.

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسولَ فَأُولٰئِكَ مَعَ الَّذينَ أَنعَمَ اللَّهُ عَلَيهِم مِنَ النَّبِيّۦنَ وَالصِّدّيقينَ وَالشُّهَداءِ وَالصّٰلِحينَ ۚ وَحَسُنَ أُولٰئِكَ رَفيقًا

" Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. " (QS. An-Nisa: 69)


❤ Bentuk Persahabatan

Bentuk Persahabatan haruslah yang dapat memberi manfaat dan membuat diri kita menjadi lebih baik dan maju...

Contoh:

saling menasihati, merujuk pada Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salafush shalih.

وَذَرِ الَّذينَ اتَّخَذوا دينَهُم لَعِبًا وَلَهوًا وَغَرَّتهُمُ الحَيوٰةُ الدُّنيا ۚ وَذَكِّر بِهِ أَن تُبسَلَ نَفسٌ بِما كَسَبَت لَيسَ لَها مِن دونِ اللَّهِ وَلِىٌّ وَلا شَفيعٌ وَإِن تَعدِل كُلَّ عَدلٍ لا يُؤخَذ مِنها ۗ أُولٰئِكَ الَّذينَ أُبسِلوا بِما كَسَبوا ۖ لَهُم شَرابٌ مِن حَميمٍ وَعَذابٌ أَليمٌ بِما كانوا يَكفُرونَ

" Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur'an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. " (QS. Al-An'am: 70)

""DUHAI AKHWAT FACEBOOKER,RENUNGLAH""

Duhai akhwat yang kukagumi
Yang memiliki iman di hati
Dengarlah suara hati para lelaki
Sudahi menebar simpati
Hentikan bermanja pada kami
Kami ikhwan biasa yang tidak suci
Yang ingin teguh di jalan Ilahi.
Duhai yang kukasihi para akhwat
Yang memiliki malu, hormat dan martabat
Kami adalah pria biasa yang mudah terpikat
Iman kami tak sekuat para nabi dan shahabat
Fotomu bertebaran menggoda dan mengusik syahwat
Kecantikanmu menembus hati yang taat syariat.

Duhai akhwat yang kusanjungi
Jangan hajar emosi dan jiwa kami dengan perhatian yang murah
Jiwa ini terasa gerah dengan pujian yang membuncah.

Duhai akhwat yang kupuja
Engkau adalah mutiara berharga
Harapan bangsa dan agama Bukan hanya fisik yang harus dijaga
Akhlak juga harus dihiasi dengan lembaran hidup islami

Engkau akan terlihat anggun
Bukan karena pengagummu yang berjibun
Tapi karena sikapmu yang santun
Engkau semakin mempesona
Dengan izzahmu yang terjaga
Engkau semakin cantik memikat
Karena kepribadianmu yang sesuai syari'at
Renungkanlah duhai akhwat…

DUHAI JIWA YANG SEDANG BERBICARA ˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ ♥●•٠·˙

duhai jiwa yang sedang berbicara,
tanpa sedar kau telah membiarkan dirimu binasa,
mungkinkan ini ujian membuktikan kata-kata,
kau benci pada sesuatu yang bukan tempatnya,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
Allah tak pernah menguji melebihi kemampuan hamba-hamba-Nya,
yakinilah Dia pemilik segalanya,
adulah dan tangislah meminta pada-Nya,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
kau benci pada sesuatu yang belum tepat pada masanya,
adakah ujian ini hanya membuatkan engkau terhina,
kerana janjimu pada diri sendiri tidak dikota,
Add caption

duhai jiwa yang sedang berbicara,
jika ada yang bertanya padamu bagaimana hilangkan resah dijiwa kerananya,
engkau petah sekali berhujah tentangnya,
mengapa bila diuji rasa itu bagaimana,
engkau terbaring lemah tak berdaya,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
tuhan-Mu menguji benarkan engkau setia,
apakah kerana rasa ini membuatkan kau ingin musnahkan segalanya,
bukankah cita-citamu menjadi bidadari terpelihara,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
hatimu kosong dari mengingati Dia,
kerana itu rasa yang haram bagimu mengisi ia,
penuhkan dihatimu kembali cinta yang mengingati Dia,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
walau dihatimu sedang derita,
Allah tahu segala-galanya,
tidak semestinya apa yang kau mahu terbaik semuanya,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
berhentilah bicara tentang cinta selain-Nya,
kerana ia bersifat sementara,
Cinta Allah kekal selamanya,

duhai jiwa yang sedang berbicara ,
buktikan kau mampu contohi serikandi yang syahid kerana cinta kepada-Nya,
bukan mati yang sia-sia,
kerana menanggung rasa yang binasa,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
tak malukah engkau bila mengenangkan apa yang pernah kau perkata,
sesuatu yang haram tentang cinta bukan pada tempatnya,
buktikan kata-katamu kerana ia akan dipertanggungjawab pada yang Maha Esa,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
lihat sumayyah yang teraniaya,
kerana mempertahankan agama dengan setia,
berkorban rasa cinta untuk dipersembahkan pada Yang Maha Mencipta,

duhai jiwa yang sedang berbicara,
Asiah mati tidak tersia-sia,
berkorban hati meninggalkan cinta,
suami zalim tidak dipedulikannya,
asal cinta Allah termiliki selama-Nya,

Duhai jiwa yang sedang berbicara,
lihat khadijah yang berani dan beribawa,
kerana agama taatkan suami sepenuhnya,
sanggup serahkan jiwa dan raga



Lembut mu tak bererti kau mudah dijual beli
 Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti
 Lembut bukan hiasan bukan jua kebanggaan
Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati

Disebalik bersih wajah mu disebalik tabir diri mu
 Ada rahsia agung tersembunyi dalam diri
Itulah sekeping hati yang takut pada ilahi
 Berpegang pada janji mengabdikan diri

bukan perempuan beerti cekelet..tp..ni kira cam perumpamaan..jika..mengcover aurat...dan tak cover aurat.....








Malu mu mahkota yang tidak perlukan singgahsana
Tapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
TIADA SIAPA YANG AKAN BOLEH MERAMPASNYA
MELAINKAN KAU SENDIRI YANG PERGI MENYERAH DIRI

Ketegasan mu umpama benteng negara dan agama
Dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya
Wahai puteriku sayang kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya



Muhasabah Diri

Wahai manusia !

Hari demi hari usiamu kian berkurang,
Tapi engkau tidak pernah menyadarinya.
Setiap hari Allah datangkan rezki kepadamu,
Tapi engkau tidak pernah memujiNya.
Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau berlapang dada.
Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.

Wahai manusia !

Setiap hari Allah datangkan rezki untukmu.
Tapi setiap malam malaikat datang kepadaNya dengan membawa catatan perbuatan jelekmu.
Engkau makan dengan lahap rezkiNya,
Tapi engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaNya.

Wahai Manusia !

Allah kabulkan jika engkau memohon kepadaNya,
KebaikanNya tak putus-putus mengalir untukmu.
Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaNya tiada henti.
Allah adalah pelindung terbaik untukmu,
Tapi engkau hamba terjelek bagiNya.

Wahai Manusia !

Kau raup segala apa yang Allah berikan kepadamu,
Tapi Allah tutupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Tidak malukah kalian kepada Allah?

Wahai Manusia !

Engkau melupakan Allah
Tapi engkau ingat pula kepada yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut,
Tapi kepada Allah engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi,
Tapi pada kemurkaan Allah engkau tak peduli.

Wahai Manusia !

Bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah.
Betapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama ini.
Lihatlah, betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini!

Ya Allah,

Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudera
Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit
Aku hanya selonggok bintang kecil yang redup di samudera langit Mu yang tanpa batas.

Ya Allah,

Hamba yang hina ini menyedari tiada artinya diri ini di hadapan Mu.
Tiada Engkau sedikitpun memerlukanku,
Tapi hamba ini terus menggantungkan segunung harapan pada Mu.

Ya Allah,

Ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air ini dapat memadamkan api neraka Mu.
Betapa sedar diri ini begitu hina dihadapan-Mu.
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini,
Hati yang telah dikotori oleh noda ini,
Yang memiliki keinginan setinggi langit,
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu Yang Mulia?

Ya Allah,

Ampunilah aku dan saudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku,
Berikanlah kejayaan dan mudahkanlah urusan mereka,
Mungkin tanpa kami sedari,
Kami pernah melanggar aturan Mu.

Ya Allah,

Ampunilah kami,
Pertemukan kami dalam syurga Mu dalam bingkai kecintaan kepada Mu.

Ya Allah,

Siangku tak selalu dalam iman yang teguh,
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh zikir kepada Mu,
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu,
Atau dalam maksiat kepada Mu.
Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!!

Ya Allah,

Kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki syurga firdaus Mu,
Tidak pula kami mampu menanggung akan siksa api neraka Mu,
Berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami,
Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun.

Ya Allah,

Dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,
Anugerahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,
Umur kami semakin berkurang setiap hari,
Tapi dosa-dosa kami terus bertambah.
Adakah pintu taubatku masih terbuka?

Ya Allah,

Hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu,
Ku akui dosa-dosaku dan memohon ampun kepadaMu,
Ampunilahku Ya Allah,
Kerana hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan ...

Kamis, 13 Januari 2011

Ikhwan Curhat, didengar atau ditinggal ?


Pagi ini dapat sebuah inbox dari seseorang teman tentang komunikasi lawan jenis. Ini pertanyaanya:
klo ada ikhwan yang curhat kepada akhwat, gimana yak ?? ditolak apa didengerin ?? ato malah diperhatiin ??
klo menurutku dilihat dari segi kebermanfaatan dan kemudharatannya.. nah itu semua dilihat dari segala sisi. Klo segi kebermanfaatannya terlalu kecil atau sama dengan tingkat mudharat yang dirasakan maka lebih baik disarankan untuk dihindari. Tetapi klo memang ketika tidak diberikan masukan terhadap masalahnya, malah menimbulkan kerusakan yang lebih dahsyat maka harus dibantu.
Toh… Aisyah pernah ditanyakan tentang permasalahan yang dihadapi para sahabat, beliau dengan tetap menjaga kehormatannya dan hatinya ia membantu mereka dengan penjelasan dari prilaku Rasulullah kala itu. hal ini menunjukan komunikasi antara ikhwan dan akhwat tidak harus sama sekali terputus, terlebih dalam meminta pertimbangan yang memang tidak diketahui oleh kebanyakan ikhwan tetapi diketahui oleh akhwat. Dalam Al-Qur’an sekalipun tidak ada penjelasan yang tegas bahwa antara ikhwan dan akhwat tidak boleh sama sekali berkomunikasi. yang ada adalah kewajiban untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan… klo dirasa bukan lagi dalam koridor kebaikan, baik itu kebaikan bagi dirinya atau malah membahayakan diri kita sebaiknya dihindari.
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2)
Pada dasarnya seorang ikhwan memang punya sisi teritori yang membuatnya agak jengah dan minder untuk menunjukan kelemahannya pada ikhwan lainnya, sehingga itulah yang membuat ikhwan lebih cenderung untuk menyatakan kondisinya kepada lawan jenisnya.
Akan tetapi itu semua juga harus di mulai dari diri kita untuk menjaga hati kita, terlebih kita sebagai seorang muslimah yang belum menikah. Aku mau membahas itu, karena perlu untuk dipertimbangkan ketika akan berinteraksi dengan lawan jenis.
Karena hati itu, rentan terhadap interaksi yang intens terhadap lawan jenis. klo kata orang  Jawa, witing tresno jalaran soko kulino, atau benih cinta itu tumbuh dari interaksi yang dekat dan intens.
So.. Hindari di hati kita ada rasa kagum yang berlebihan pada saat berkomunikasi, sehingga timbul rasa harap untuk selalu dekat dengan dirinya. Coz itu bisa membuat kelak klo seandainya dirinya bukanlah pendamping yang Allah tetapkan atas kita, yang ada kita akan sulit bersyukur atas kondisi suami kita. Padahal konteks hadist yang menjelaskan kenapa di neraka jumlah wanita itu banyak, karena di dunia mereka adalah istri-istri yang tidak pandai bersyukur terhadap suaminya.
Nabi Bersabda, “Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah beristighfar, karena sesungguhnya aku melihat sebagian besar kalian adalah penghuni neraka.”
Seorang wanita di antara mereka bertanya, “Kenapa sebagian besar kami menjadi penghuni neraka?”
Beliau menjawab, “Karena kalian sering mengutuk dan tidak berterima kasih kepada suami kalian…” (HR. Muslim)
Untuk menanyakan segala bentuk pertimbangan akan sesuatu hal, tanyalah kepada barometer kebaikan dan keburukan yaitu hati dan akal pikiran. Adakalanya kita perlu mendengarkan pikiran kita daripada kecenderungan negatif hati kita, hanya untuk sekedar melindungi hati kita. Bukankah kondisi hati itu, adakalanya terbolak-balik ? makanya kita lebih banyak berdo’a untuk Allah menjaganya
i

Jagalah hati mu,,,,

Jagalah hati karena Hatilah yang memiliki barometer kebaikan dan keburukan dari setiap tingkah laku kita, meskipun hanya sebuah pesan singkat.
Intinya adalah bagaimana kita pandai untuk menjaga hati agar tidak berpaling dari koridor seharusnya. Tipsnya  untuk menjaga hati dari komunikasi lawan jenis :
1) Hindari percakapan tidak bermanfaat atau perkataan yang dapat menimbulkan kesan yang tidak diinginkan. Ketika komunikasi masih bisa terjangkau dengan Hp,sms, atau menulis di wallnya, kepada orang yang memang dituju, maka lebih baik jangan menyalakan lampu hijau untuk berchat di jejaring sosial. Lampu hijau berarti memang memberikan kepada siapapun selain teman yang dituju untuk berkomunikasi dengan kita, entah itu penting, kurang penting, atau tidak penting sama sekali.
2) Hindari ke GeEran di dalam hati, ambil seribu perkiraan agar hati kita terjaga. Contohnya ketika ada sms tausiyah anggaplah sms darinya adalah untuk seluruh temannya, smsnya adalah bentuk sedekahnya bagi dirinya bukankah setiap kata-kata yang baik itu adalah sedekah ?  Bukankah terlebih pesan singkat terkait tausiyah pun sering berdatangan dari saudari-saudari kita.
3) Ketika ingin bercerita tentang permasalahan, maka ceritakanlah kepada saudari terdekatmu. Bukankah sesama wanita memang lebih mudah untuk memahami permasalahan yang ada ?
4) Pahami konsep kurang dari 1% dari tulisan sebelumnya
Rasa cinta itu memang fitrah, tetapi fitrahnya rasa itu juga perlu dijaga oleh setiap kita ukhti… bukankah keislaman seseorang itu juga sebuah fitrah dariNya, tetapi ketika fitrah itu tidak dijaga maka bisa jadi seseorang itu menjadi nasrani atau yahudi.  Semoga kita berusaha mengingat nasehat Rasulullah SAW yang telah bersabda, “Akan datang pada waktunya, umatku akan mencintai 5 (lima) hal tapi lupa kepada 5 (lima) lainnya:
1.            Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2.            Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3.            Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4.            Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5.            Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur.”
Ukhti… ketika kita sudah mampu untuk menjaga hati maka sebaiknya pula kita juga menjaga hati saudara kita tersebut dengan prilaku kita. Kasihan bukan ketika seseorang yang seharusnya gagah memikul amanah di pundaknya menjadi lemah karena virus merah jambu yang hadir di hatinya tanpa kita sadari.
Inginkah kita ketika Allah kelak menanyakan kepada kita tentang setiap rupiah dari pulsa Hpnya yang dihabiskan untuk mengirimkan sms tausiyah untuk memperoleh keridhaan kita, padahal kita bukanlah yang berkenan untuk membalas setiap kebaikan, tetapi Allah?
Inginkah kita ketika kelak Allah menanyakan pertanggung jawaban kita terhadap setiap amal ibadah juga jihad yang dilakukannya dengan niat darinya untuk memperoleh rasa kagum dari kita ? padahal sepatutnya hanya untuk Allah setiap amal ibadah.
Inginkah kita menyakiti dirinya dengan harapan semu, padahal dirinya mungkin bukanlah seseorang yang sudah Allah tetapkan sebagai belahan jiwa kita ?
Inginkah kita menyakiti seorang akhwat lainnya yang kelak menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya karena ternyata di dalam hatinya ada segenap asa cinta untuk kita yang tidak halal baginya, sedangkan akhwat tersebut tidak dicintai olehnya?
Astagfirullah.. Nauzubillah
Jadi … Jagalah Hatimu Duhai Ukhti…
ada sebuah kalimat yang diperoleh dari sebuah status di tweeter seseorang yang ku copast

Terkadang kamu harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh pikiranmu daripada hatimu, hanya untuk melindungi hatimu.

Tanamkan di dalam pikiranmu bahwa Allah lebih utama dari semuanya untuk kita cintai, ketika membutuhkan ruang untuk memberikan cinta yang kita punya, bukankah masih ada Allah yang lebih sempurna balasan cintaNya untuk setiap cinta kita untukNya ? Bukankah masih ada pula keluarga dan saudari-saudari yang masih juga membutuhkan rasa cinta dari kita untuk mereka ?
Jagalah hatimu duhai saudariku… karena itu adalah yang terbaik bagimu…Berdo’alah kepada Allah sang Pemilik sejatinya hati kita.
Ya Allah…ringankanlah rasa di hati ini. sebuah hati yang ada di dalam genggamanMu. Sebuah hati yang mencinta karena RahmatMu. Sebuah hati yang merindu karena kelembutan AsmaMu.
Kami serahkan sebuah hati kami padaMu, karena Engkaulah sebaik-baiknya pemelihara hati. Semoga karenaNya hati ini tetap bersih dan suci hingga tiba saatnya hadir seseorang yang tepat dengan waktu yang penuh berkah.
Ya Allah yang Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Melihat, lagi Maha Bijaksana dalam kemaha SejahteraanMu selamatkan sekeping hati ini agar ia berlabuh pada sesuatu yang halal dan telah Engkau Ridhai akan kebahagiaannya serta keselamatannya.
Ya Allah berilah kekuatan pula untuk menepis bayang kenikmatan semu yang terbalut bujuk rayu hingga kami bermaksiat di hadapanMu dan bermaksiat dalam seluruh nikmatMu.
Bantu kami ya Rabb..
Ya Allah kami menyerahkan semuanya padaMu. Hanyalah DiriMu sebaik-baiknya penyayang. Engkau sebaik-baiknya hakim. Engkau pula ya Allah sebaik-baiknya penyantun. Ya Allah genggam erat hati ini. Kami berlindung kepadaMu dari rasa gundah, gusar, kecewa, & sedih atas segala ketetapan yang telah Engkau tetapkan atas kami.
Just small note for all my sister in the world wherever you are…

blog sahabat

Curhat

Nb. Diantara tanda baiknya islam seseorang adalah
meninggalkan hal-hal yg tidak bermanfaat bagi dirinya...


hari ini aku tutup akun FB aku,, sedikit sedih tapi agak banyak Lega'y,,,hehehe

entah kenapa aku ngerasa makin kesini jadi kecenderungan,,,  waduhhh
klo dah gini pastinya sulit dilepas,, 

oh yahh ada kenangan dalam sebuah jejaring social,,,

aku jadi banyak punya teman,,sahabat dan juga ada yang dah aku anggap sebagai kakak aku,,,


apalagi paling senang bertukar pikiran dalam pandangan Islam,,, 


yahhh,,,maklum karna aku adalah orang yang fakir akan ilmu,,,,




mudah--mudah'an aku bisa istiqomah ,,,^^


Janganlah Engkau pejamkan mata hati ku
hingga ku terlupa akan nikmat-Mu
dan pasrahkanlah aku dengan takdirMu…
sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirKan…
adalah yang terbaik buatku
...jangan engkau biarkan aku sendiri…
di dunia ini maupun di akhirat nanti
Bimbinglah aku agar tetap tegar….
Agar hidupku tak hilang dalam kehancuran.
Ya Allah ya Tuhanku,,,,


bisikan rindu bergemuruh untk menghadapNya
Mengadu dan berharap di sepinya malam
menghadapNya dengan penuh kesadaran
dalam mendaki gunung kasihMu nan sayup tinggi. Bantulah diri ini dalam mencari sinar yang didambakan setiap insan, sinar kebenaran yang membawa ku terus menuju ke jalan Mu, Ya Rabbul 'Izzati."
Di atas sejada...h cinta kuberhara terlerainya segala butir-butir dosa dan noda.