myspace codes
Click here for Myspace glitter graphics and Myspace layouts
bismillah
hijab

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

CINTA KITA CINTA ILAHI...UKHUWAH KITA UKHUWAH FILLAH..

ANDAI PERJUANGAN INI MUDAH, PASTI RAMAI MENYERTAINYA...
ANDAI PERJUANGAN INI SINGKAT. PASTI RAMAI YANG ISTIQAMAH...
ANDAI PERJUANGAN INI MENJANJIKAN KESENANGAN DUNIA, PASTI RAMAI TERTARIK PADANYA...
TETAPI HAKIKAT PERJUANGAN BUKAN BEGITU...
TURUN NAIKNYA..SAKIT PEDIHNYA...
UMPAMA KEMANISAN YANG TAK TERHINGGA...
ANDAI REBAH BANKITLAH SEMULA..
ANDAI TERLUKA INGATLAH JANJINYA
INGATLAH WAHAI SERIKANDI ISLAM.....

Kamis, 02 Juni 2011

Ya Ukhti, jadilah Bidadari dunia dan akhirat


Bidadari dunia itu hayalan katanya, istilahnya banyak berasal dari hayalan orang tua kita seperti bidadari turun dari kahyangan. Umumnya orang awam sudah merasa puas dengan pemahamannya terhadap ayat-ayat yang mengisahkan tentang bidadari sebatas untuk kehidupan diakhirat semata, sedangkan pengajaran dari ayat-ayat tersebut untuk kemaslahatan hidup didunia terbaikan.. dan rumahmu diisyaratkan Nabi SAW laksna sorgamu,sedangkan sorga itu rumah dimana bidadari-bidari dipingit.  Sebagaimana firman Allah SWT. : “(Bidadari-bidadari ) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah”(Arrahman:72)
Nash istilah bidadari dalam AL-Qur’an dan Al-Hadits
Kalau ditanya adakah bidadari dunia itu? Tentu saja sebelumnya kita kaji gambaran bidadari dalam Al-Qur’an dalam beberapa kalimat : “ajwaajum muthohharotun (isteri yang suci) (Al-Baqoroh :25, An-Nisa:57, Ali Imron:15) atau Qooshirotut thorfi ‘iinun yaitu wanita yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya (Ash-shaffat:48-49, ar-rahman:56, shod:52), Qooshirotut thorfi atroobun : wanita yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya (Shad:52, an-naba:33,al-waqiah:35:37), Huurun ‘iinin layaknya permata yaqut dan marjan (arrahman:56-58), ibarat mutiara yang tersimpan baik (Lu’luil maknuun) (al-waqi’ah:22-23sedangkan gambaran hadits Rosul menggambarkn bidadari, siteri-isteri itu nampak sumsum betisnya dari belakang dagingnya karena sangat indahnya (Mukhun saakihaa min warooi lahmiha)
Menurut Abdurrahman Al-mukaffi secara garis besar ada 3 kategori sifat bidadari dunia :
o    Sifat jasmaniah
Sifat bidadari yang sepenuhnya sudah ditentukan oleh Allah SWT, oleh karena berhubungan dengan alam gaib dan kehidupan setelah mati. Sifat jasmaniah bidadari antara lain :
a)      Azwaajum-muthoharoh; isteri yang disucikan, maksudnya isteri yang suci dari kotoran, gangguan haid, nifas dan lainnya.
b)      Iinun; lebar matanya penuh keindahan, menggambarkan bermata jeli lagi hitam pekat bola matanya dan sangat jernih pada putihnya.
c) Atraabun; yang sebaya umurnya, sabda Rasulullah SAW : “wanita dunia telah menjadi tua bangka dan kulitnya telah berkeriput dibentuk kembali oleh Allah menjadi gadis yang cantik sebaya semua umurnya”
d) Huurun; yang sangat putih/yang jadi idaman/yang sangat jelita
e) Hisaanun; cantik-cantik wajahnya, mereka isteri-isteri

o    Sifat bidadari yang memiliki kesepadanan dengan syariat muslimah
o    Sifat bidadari berupa perumpamaan
Bidadari dunia itu hayalan katanya, istilahnya banyak berasal dari hayalan orang tua kita seperti bidadari turun dari kahyangan. Umumnya orang awam sudah merasa puas dengan pemahamannya terhadap ayat-ayat yang mengisahkan tentang bidadari sebatas untuk kehidupan diakhirat semata, sedangkan pengajaran dari ayat-ayat tersebut untuk kemaslahatan hidup didunia terbaikan.. dan rumahmu diisyaratkan Nabi SAW laksna sorgamu,sedangkan sorga itu rumah dimana bidadari-bidari dipingit.  Sebagaimana firman Allah SWT. : “(Bidadari-bidadari ) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah”(Arrahman:72)
Nash istilah bidadari dalam AL-Qur’an dan Al-Hadits
Kalau ditanya adakah bidadari dunia itu? Tentu saja sebelumnya kita kaji gambaran bidadari dalam Al-Qur’an dalam beberapa kalimat : “ajwaajum muthohharotun (isteri yang suci) (Al-Baqoroh :25, An-Nisa:57, Ali Imron:15) atau Qooshirotut thorfi ‘iinun yaitu wanita yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya (Ash-shaffat:48-49, ar-rahman:56, shod:52), Qooshirotut thorfi atroobun : wanita yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya (Shad:52, an-naba:33,al-waqiah:35:37), Huurun ‘iinin layaknya permata yaqut dan marjan (arrahman:56-58), ibarat mutiara yang tersimpan baik (Lu’luil maknuun) (al-waqi’ah:22-23sedangkan gambaran hadits Rosul menggambarkn bidadari, siteri-isteri itu nampak sumsum betisnya dari belakang dagingnya karena sangat indahnya (Mukhun saakihaa min warooi lahmiha)
Menurut Abdurrahman Al-mukaffi secara garis besar ada 3 kategori sifat bidadari dunia :
Sifat jasmaniah
Sifat bidadari yang sepenuhnya sudah ditentukan oleh Allah SWT, oleh karena berhubungan dengan alam gaib dan kehidupan setelah mati. Sifat jasmaniah bidadari antara lain :
o    Azwaajum-muthoharoh; isteri yang disucikan, maksudnya isteri yang suci dari kotoran, gangguan haid, nifas dan lainnya.
o    Iinun; lebar matanya penuh keindahan, menggambarkan bermata jeli lagi hitam pekat bola matanya dan sangat jernih pada putihnya.
o    Atraabun; yang sebaya umurnya, sabda Rasulullah SAW : “wanita dunia telah menjadi tua bangka dan kulitnya telah berkeriput dibentuk kembali oleh Allah menjadi gadis yang cantik sebaya semua umurnya”
o    Huurun; yang sangat putih/yang jadi idaman/yang sangat jelita
o    Hisaanun; cantik-cantik wajahnya, mereka isteri-isteri yang wajahnya nampak keanggunan yang mempesona setiap kali suami mereka memandang.
o    ansya’ naahunna insyaan-an, kami ciptakan mereka dengan langsung artinya tanpa proses kelahiran dan tidak mengalami masa anak-anak, tapi langsung menjadi gadis remaja yang sebaya.
o    Abkaaran, gadis-gadis perawan.
o    kawaa’iba, gadis remaja.selain sifat-sifat lain, bahkan ibnu hatim berkata :” jika sekiranya bidadari ini meludah di samudra niscaya airnya menjadi tawar, karena tawarnya air ludah bidadari”
Sifat bidadari yang memiliki kesepadanan dengan syariat muslimah
o    Qaashiraatut-tharfi, menudndukan pandangannya/tidak liar pandangannya/singkat pandangannya kepada yang bukan muhrimnya.(QS. An-Nur:30-31), bahkan Ibnu Qoyim dalam kitabnya “Raudlatul muhibbin wa Nuzhatul Mustaqin” ada beberapa faedah menundukan pandangan :menudukan pandangan berarti menunaikan perintah Allah SWT, menguatkan hati dan membahagiakannya,  membuat hati selalu bermesran dengan Allah SWT, melahirkan hati yang gagah berani, melepaskan hati dari tawanan sahwat, membentengi seseorang dari pintu setan, akan menguatkan akal dan kecerdasan, menyelematkan hati dari mabuk syahwat dan mendengkur dalam kelengahan, akan mengosongkan hati dari macam kemaksiaytan serta akan membnatu seseorng dalam menuntut ilmu.
o    Lam Yathmitshunna, tidak menyentuh mereka. kesepadanan dengan syariat muslimah artinya tidak bersentuhan tangan dengan lelaki bukan muhrim.
o    Khairaatun, wanita baik-baik.maknanya wanita dunia yang menerima seluruh perintah maupun larangan yang telah digariskan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.
o    Maqshuuraatun Fil-Khiyami, tersimpan dalam kemah-kemah. Bidadari dunia yang mencintai keberadaanya dirumah dan tidak tabarruz.
o    uruban, penuh cinta.sifat ini menjadikan bidadari sebagai isteri yang cakap menjalankan kewajiban kepada suami dengan cinta.
Sifat bidadari berupa perumpamaan
sifat-sifat bidadri berupa perumpamaan terlihat dalam lafazh “Ka annahunna”(seakan-akan mereka) (QS.Ashhoffat:49, Ar-rahman 58), “Ka amtsaali”(QS.Al-Waqi’ah:23) dapat kita lihat beberapa perumpamaan bidadari sebgai berikut :
o    Baidhum-maknuunun, telur yang tersimpan. kiasan wanita suci dan perawan (QS Al-Waqi’ah:35-36)
o    Yakut, marjan dan mutiara (Ka amtsaalil lu’lu-il maknuun). bidari sejernih permata yakut dan seputih mutiara (QS Ar-rahman:58)
Demikianlah beberapa perumpamaan sifat bidadari yang dapat kita lihat lengkap dalam buku : “Tamasya ke surga, Ibnu Qoyim Al-Jauziyah dan “Nikah dengan bidadari di dunia dan akhirat, Abdurrahman Al-Mukaffi”, wallahu alam bishowab.

Tidak ada komentar: